Share

Nusantara Infrastructure (META) Beli 40% Jalan Tol Jasa Marga Rp4,38 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 07 Oktober 2022 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 278 2682541 nusantara-infrastructure-meta-beli-40-jalan-tol-jasa-marga-rp4-38-triliun-OcRBMr4D2z.jpg META akuisisi jalan tol jasa marga (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) melakukan ekspansi bisnis jalan tol. Emiten operator jalan tol ini tengah melakukan penyelesaian transaksi atas 40% saham PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek, dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) senilai Rp4,38 triliun.

Manajemen META mengungkap pihak telah menandatangani PPJB sehubungan dengan rencana transaksi ini dengan JSMR. Objek atas rencana transaksi adalah sejumlah 2,26 juta saham yang mewakili 40% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor dalam Jasamarga Jalanlayang Cikampek yang dimiliki oleh Jasa Marga senilai Rp4,38 triliun.

Disebutkan, tanggal penyelesaian transaksi ini pada 10 Oktober 2022, atau tanggal lainnya yang disepakati oleh pembeli dan penjual. Sehubungan dengan rencana transaksi ini, sumber dana META untuk melakukan pembayaran atas nilai rencana transaksi akan diperoleh dari pinjaman bank, dan atau bentuk lainnya yang akan ditentukan kemudian.

Sebagai informasi, META akan melakukan pembelian tersebut melalui entitasnya, PT Margautama Nusantara. META memiliki sebanyak 76,51 persen saham di Margautama Nusantara. Sementara itu, Jasa Marga sebagai penjual, memiliki sebanyak 80% saham di Jasamarga Jalanlayang Cikampek.

Sisa saham sebesar 20% di Jasamarga Jalanlayang Cikampek dimiliki oleh PT Ranggisugionperkasa. Semester pertama 2022, META membukukan laba bersih sebesar Rp35,378 miliar atau naik 45,8% dibanding periode sama tahun 2021 yang terbilang Rp24,223 miliar. Hasil itu mendongkrak laba per saham dasar ke level Rp2, sedangkan di akhir Juni 2021 berada di level Rp1,37.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebaliknya, pendapatan dan penjualan perseroan merosot 16,5% menjadi Rp397,89 miliar karena pendapatan konstuksi jalan tol anjlok 99,6% yang tersisa Rp504,2 juta. Tapi pendapatan jalan tol Pondok Aren - Serpong tumbuh 19,1% menjadi Rp118,79 miliar. Senada, pendapatan tol ruas Tallo - Bandara Hasanuddin meningkat 24,48% menjadi Rp61,214 miliar. Demikian juga dengan ruas tol Pelabuhan Soekarno Hatta - Pettarani naik 95,8% menjadi Rp94,517 miliar.

Lalu pendapatan tenaga listrik tumbuh 12,6% menjadi Rp89,629 miliar. Selanjutnya, beban langsung dan beban pokok penjualan dapat ditekan sedalam 49,1% menjadi Rp146,43 miliar. Hal itu dipicu beban konstruksi yang terpangkas 99% yang tersisa Rp504,2 juta. Sehingga laba kotor naik 32,8% menjadi Rp251,46 miliar. Sementara itu, kewajiban terkikis 2,5% menjadi Rp3,144 triliun.

Sedangkan ekuitas tumbuh 1,9% menjadi Rp3,428 triliun. Sehingga aset menyusut 0,2% menjadi Rp6,572 triliun. Sebagai informasi, perseroan optimistis bisa meraih pendapatan yang lebih baik di sepanjang tahun ini.

META mengejar pertumbuhan di level double digit dibandingkan capaian tahun lalu. Disebutkan, perseroan mengestimasikan kenaikan pendapatan sekitar 10%-20% pada tahun 2022. Lini bisnis jalan tol masih sebagai penyumbang tertinggi dengan perkiraan kontribusi sekitar 60%-70% terhadap total pendapatan Nusantara Infrastructure.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini