Share

Inflasi Oktober Diprediksi 0,05%, Kenaikan Harga BBM Masih Jadi Biang Kerok

Antara, Jurnalis · Jum'at 14 Oktober 2022 20:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 14 320 2687426 inflasi-oktober-diprediksi-0-05-kenaikan-harga-bbm-masih-jadi-biang-kerok-zt9F7D69ck.png Inflasi Oktober Diprediksi 0,05%. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi laju inflasi sepanjang Oktober mencapai 0,05% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi penyumbang utama inflasi.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyebutkan perkiraan tersebut berasal dari Survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu kedua bulan Oktober 2022.

Baca Juga: Inflasi AS Turun Jadi 8,2% pada September 2022

Komoditas utama penyumbang inflasi Oktober 2022 pada minggu kedua yaitu bensin sebesar 0,05% (mtm) dan angkutan dalam kota sebesar 0,04% (mtm).

Kemudian, ada pula angkutan antar kota, rokok kretek filter, tahu mentah, tempe, dan beras yang masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,01% (mtm).

Baca Juga: Kenaikan Inflasi RI Masih Terendah ke-5 di Dunia

Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi pada periode minggu kedua Oktober yaitu telur ayam ras dengan andil deflasi sebesar 0,09% (mtm), cabai merah sebesar 0,08% (mtm), dan daging ayam ras sebesar 0,03% (mtm).

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Di samping itu, komoditas cabai rawit juga menjadi penyumbang deflasi dengan besar 0,02% (mtm), serta tomat dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Sebelumnya, pemerintah menaikkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter jadi Rp6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.500 jadi Rp14.500 per liter berlaku mulai 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini