Share

Berantas Mafia Tanah, PNS ATR Diminta Jaga Kepercayaan Publik

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Selasa 18 Oktober 2022 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 18 470 2689361 berantas-mafia-tanah-pns-atr-diminta-jaga-kepercayaan-publik-kEqf8nZLKr.png Berantas Mafia Tanah. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Kementerian ATR/BPN memberi peringatan kepada seluruh pegawainya untuk memperbaiki serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tujuannya memberantas mafia tanah.

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Raja Juli Antoni mengatakan, hal ini penting untuk dilakukan di kantor-kantor pertanahan di seluruh Indonesia untuk membuktikan bahwa pegawai Kementerian ATR/BPN ADLAAH pelayan masyarakat yang baik serta profesional. Sehingga terhindar dari segala bentuk praktik mafia tanah.

Baca Juga: ST Burhanuddin Tegaskan Kejagung Konsen Berantas Mafia Tanah

Menurutnya, perbaikan pelayanan yang dilakukan Kementerian ATR/BPN telah menghasilkan kepercayaan publik, sehingga ini harus terus digencarkan.

"Publik percaya di bawah kepemimpinan Pak Menteri Hadi Tjahjanto bisa memperbaiki layanan dan memberantas mafia tanah. Modal kita adalah kepercayaan publik," ujar Raja Juli dalam pernyataan tertulisnya, Senin (17/10/2022).

Baca Juga: Handoko Lie Terpidana Mafia Tanah PT KAI Buron 6 Tahun Akhirnya Serahkan Diri

Wamen ATR/Waka BPN menyampaikan bahwa program prioritas yang harus dilaksanakan oleh jajaran Kantor Pertanahan yakni Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Diharapkan dengan banyak bidang tanah yang telah tersertipikat bisa memperkecil konflik masalah pertanahan.

"Mohon bekerja lebih tekun dan giat. Sekali lagi, PTSL ini merupakan program yang revolusioner dalam konteks memberikan hak serta kepastian terhadap tanah rakyat," lanjutnya.

Baca Juga: Hindari Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Penerbangan Jarak Jauh

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Seperti diketahui saat ini praktik dugaan mafia tanah terjadi di Sidomulyo Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Kasus itu adalah pembuatan sertikat yang tidak sesuai prosedur oleh perusahaan yang mengklaim tanah milik warga dan diduga melibatkan oknum BPN.

Penyerobotan lahan tersebut terungkap setelah Hasan Wijaya hendak mengurus surat sertifikat tanah yang dibeli dari ahli waris Asmo Pawiro yaitu Puji. Akan tetapi objek tanah yang dibeli Hasan dari ahli waris Asmo Pawiro diduga diserobot Nayara Residence Ungaran dengan telah membuat sertifikat di atas tanah tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini