Adapun di Sedang Sulsel hanya Rp151 miliar nilai transaksinya. Saat ini, industri pasar modal syariah mengalami tren pertumbuhan. Berdasarkan catatan OJK, jumlah saham syariah tercatat meningkat menjadi 495 pada akhir 2021 dibandingkan akhir tahun 2020 yang mencapai 441.
Sementara Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik pernah mengatakan, sebanyak 61% dari 810 saham yang tercatat di BEI merupakan saham syariah.
Dia menjelaskan hal tersebut memberikan kontribusi terhadap nilai transaksi harian sebesar 50% di BEI.
”Kondisi pasar terkait dengan kebutuhan investor syariah dalam 5 tahun terakhir sudah ada pertumbuhan hampir empat kali lipat. Kemudian saham syariah kita 61% dari 810 saham yang tercatat di Busra Efek Indonesia itu adalah saham syariah," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)