Dia mengatakan hal ini tentunya baik. Buktinya, sisi konsumsi Indonesia masih cukup kuat di kuartal III-2022, pendapatan rumah tangga middle up juga memegang peran kuat dalam mendukung pemulihan.
"Kami juga sudah berdiskusi dengan DPR RI terkait defisit APBN 2023, dan kami berkomitmen untuk mengurangi defisit hingga ke 2,84%. Kami secara hati-hati mengkalibrasi, dan kami juga tidak sepenuhnya buta bahwa kondisi global akan benar-benar dinamis, kami harus terus bersiap untuk apapun, misal harga komoditas bisa menanjak tinggi tapi kemudian menurun kembali," pungkas Sri.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.