Share

Angka Pengangguran Turun, Menaker: Alhamdulillah

Ikhsan Permana, MNC Portal · Sabtu 12 November 2022 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 12 320 2706053 angka-pengangguran-turun-menaker-alhamdulillah-JtfkxoMqyI.jpg Menaker bersyukur angka pengangguran berkurang (Foto: Setkab)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran terbuka Indonesia turun menjadi 5,86% dari sebelumnya 6,2%. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengaku bersyukur dengan capaian tersebut.

"Saya ambil data Sakernas BPS tahun 2022, jumlah angkatan kerja kita 143,72 juta di mana, 135,3 juta orang merupakan penduduk yang bekerja, pengangguran terbuka kita turun, menjadi 5,86% yang sebelumnya itu 6,2%, Alhamdulillah Sakernas BPS 2022 pengangguran kita turun," ungkapnya dikutip Sabtu (12/11/2022).

Menaker mengungkap kondisi pasar kerja sudah masuk fase pemulihan pada tahun 2022 di mana terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja yang bekerja sebanyak 4,2 juta orang.

Namun dia tak menampik jika ada distorsi pasar kerja yang terjadi karena beberapa faktor pendorong.

"Pandemi Covid-19 yang terjadi secara merata diseluruh dunia memiliki dampak multiplier effect di semua lini sektor, termasuk sektor ketenagakerjaan," terang Ida.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Selain itu, kondisi bonus demografi yang saat ini sedang dihadapi oleh Indonesia, dimana terjadi pertumbuhan jumlah angkatan kerja antara 2 hingga 3 juta orang setiap tahunnya.

"Laju pertumbuhan angkatan kerja ini menjadi tantangan bagi kita untuk menekan pertumbuhan tingkat pengangguran seiring bertambahnya angkatan kerja usia produktif setiap tahunnya," tambah Menaker.

Distorsi yang terakhir menurutnya adalah angka penempatan yang masih belum maksimal dikarenakan terjadinya mismatch antara ketersediaan tenaga kerja dengan kebutuhan dunia industri.

"Banyak lulusan dunia pendidikan baik formal maupun informal masih sulit untuk memasuki dunia kerja dikarenakan keterampilan kerja yang dimiliki masih belum memenuhi kebutuhan yang ada di pasar kerja," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini