Share

Pangkas Rugi Jadi Rp14 Miliar, Pendapatan BWPT Rp3,4 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 22 November 2022 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 278 2712377 pangkas-rugi-jadi-rp14-miliar-pendapatan-bwpt-rp3-4-triliun-LXqAtfzGSV.jfif Pendapatan BWPT (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) optimis dapat mencatatkan pendapatan tertinggi sepanjang sejarahnya dengan beberapa sgrategi bisnis yang telah disiapkan.

”Perseroan optimis dapat meneruskan tren kinerja positif, kembali mencapai double digit growth dan meraih pendapatan all-time high di tahun 2022,” kata Direktur Utama BWPT, Henderi Djunaidi dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (22/11/2022).

Berdasarkan laporan keuangan kuartal tiga 2022, perseroan membukukan pendapatan senilai Rp3,43 triliun. Angka tersebut melonjak 61,03% dari periode yang sama tahun 2021 yang sebesar Rp2,13 triliun. Secara rinci, penjualan minyak kelapa sawit mencatatkan kenaikan dari Rp1,85 triliun menjadi Rp2,97 triliun pada kuartal III/2022.

Selanjutnya, penjualan inti kernel dan tandan buah segar masing – masing menyumbangkan Rp367,74 miliar dan Rp94,66 miliar.

Kemudian beban pokok penjualan BWPT tercatat naik menjadi Rp2,71 triliun dari sebelumnya Rp1,7 triliun. Seiring dengan hal tersebut, laba usaha BWPT tercatat naik menjadi Rp457,09 miliar dari Rp168,47 miliar pada kuartal III/2021.

Lalu rugi sebelum pajak perusahaan turun drastis dari Rp1,75 triliun menjadi Rp190,22 miliar pada kuartal III/2022. Dengan pencapaian itu maka BWPT mampu menekan rugi bersih perusahaan menjadi Rp14,04 miliar dari Rp1,73 triliun pada kuartal III/2021.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kata Henderi, perseroan mencatat adanya penurunan beban bunga sebesar 23% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Selain itu, rasio keuangan juga membaik selama 2 tahun terakhir. Dirinya menjelaskan, perbaikan kinerja BWPT seiring dengan operational excellence yang dicanangkan dan telah dijalankan secara konsisten.

Henderi juga mengatakan volume penjualan CPO perusahaan juga mengalami kenaikan 32,5% secara year to date menjadi 242.376 ton.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini