Share

Tips Mengatur Keuangan Hadapi Resesi 2023

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 622 2713465 tips-mengatur-keuangan-hadapi-resesi-2023-MxPxRnw8rd.jfif Tips Mengatur Keuangan untuk Resesi 2023. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Ekonomi 2023 diprediksi gelap. Untuk itu, masyarakat diimbau mempersiapkan keuangannya dari sekarang untuk menghadapi kondisi perekonomian yang tidak pasti di tahun depan.

Financial Planer Herfina Edward memberikan, beberapa tips dalam mengatur keuangan terlebih untuk para angkatan kerja baru ketika mulai mempunya pendapatan.

"Step awal cuma satu, memastikan penghasilan kita lebih besar daripada pengeluaran, itu paling penting, kita perlu tracking sebulan ini kita keluarkan untuk apa aja sih," kata Herfina dalam Podcast Aksi Nyata melalui kanal YouTube Perindo, Rabu (23/11/2022).

Baca Juga: Cara Cerdas Atur Cashflow UMKM, Penting Pisahkan Duit Pribadi dan Usaha

Langkah kedua, perlu menyisihkan pendapatan untuk dialokasikan untuk tabungan, yang akan dilakukan secara konsisten. Tidak masalah besaran, yang paling penting adalah melatih kedisiplinan.

"Harus bisa menentukan berapa yang bisa disisihkan, 5% dulu kah dari income, 10% kah, atau 50 ribu per minggu, yang penting konsisten dulu," lanjutnya.

Baca Juga: 5 Tips Keuangan Supaya Bisnis Tidak Bangkrut

Step selanjutnya, mempunyai asuransi, baik kesehatan maupun ketenagakerjaan. Hal itu untuk melindungi diri, sehingga tidak menggunakan dana tabungan ketika ada hal yang darurat seperti sakit dan lainnya.

"Dari sana kalau mulai tabungan terkumpul, baru mulai cek, instrumen Invetasi, ada Reksadana, atau deposito," kata Herfina.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Akan tetapi, ketika memulai invetasi disarankan untuk memperkuat literasi tentang investasi. Mengenal berbagai macam instrumen investasi berserta risikonya. Kalau untuk pemula, sangat disarankan memilih investasi low risk atau punya risiko rendah.

"Investasi itu juga ada tahapannya, mulai dari low risk, setelah itu high risk, yang seusai dengan tujuan jangka panjang kita apa," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini