Share

Cara Cerdas Atur Cashflow UMKM, Penting Pisahkan Duit Pribadi dan Usaha

Partnership BukuWarung, Okezone · Senin 14 November 2022 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 622 2707028 cara-cerdas-atur-cashflow-umkm-penting-pisahkan-duit-pribadi-dan-usaha-tkIhx9NtKq.jpg Cara Mengatur Cashflow UMKM. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Cara mengelola dan manajemen keuangan usaha dengan baik sangat penting untuk diperhatikan pelaku UMKM. Tujuannya dengan menata keuangan, usaha semakin sukses.

Kesuksesan sebuah usaha atau bisnis sangat ditentukan oleh cara mengelolanya. Jika dikelola dengan baik, bisnis berjalan dengan lancar. Sebaliknya, bisnis akan kacau jika pengelolaannya buruk.

Sebelum terjun langsung, ada baiknya jika memperkuat pemahaman akan teori berbisnis, terutama tentang cara mengelola keuangan.

Berikut ini BukuWarung akan memberikan tips mengelola keuangan usaha kecil menengah yang wajib Anda pahami sebelum memulai sebuah bisnis.

Cara mengelola cashflow

Edukasi Diri

Edukasi diri menjadi hal pertama yang Anda lakukan ketika mengelola keuangan usaha. Cara untuk mengedukasi diri bisa dengan mempelajari cara membaca laporan keuangan.

Untuk Anda yang belum tau, pada dasarnya laporan keuangan memiliki 4 bagian, yaitu:

Laporan arus kas

Laporan penghasilan

Laporan neraca

Laporan modal

Baca Juga: Hore, 4.119 UMKM Terima BLT BBM dan Bantuan Tidak Terduga

Dengan mempelajari membaca laporan keuangan setidaknya Anda bisa menyimpulkan langkah yang akan diambil untuk perkembangan usaha Anda.

Lakukan Perencanaan

Perencanaan secara umum perlu dilakukan sebelum Anda memulai sebuah usaha. Siapkan gambaran besar dan langkah awal yang akan Anda lakukan dalam merintis UMKM. Setelah rencana besar dibuat, bagilah ke dalam beberapa bagian.

Misalnya rencana harian, mingguan dan bulanan. Dengan cara ini, perkembangan usaha menjadi lebih terstruktur. Anda juga harus detail dalam membuat perencanaan. Mulai dari hal-hal apa saja yang akan dilakukan, kebutuhan yang diperlukan, serta modal yang harus disiapkan.

Membuat Buku Catatan Keuangan

Keuangan dalam bisnis harus selalu dicatat. Tujuannya yaitu mengawasi segala transaksi yang keluar dan masuk. Pencatatan juga mengurangi risiko adanya pengeluaran yang tidak wajar. Sekecil apa pun skala dari sebuah usaha yang dijalankan, setidaknya sediakan sebuah buku kas.

Buku kas ini digunakan untuk mencatat uang yang keluar dan masuk yang disertai dengan bukti. Catatan keuangan tak hanya terbatas pada kas masuk dan keluar.

Baca Juga: Selesai Tahun Depan, Erick Thohir Ingin Bakauheni Harbour City Jadi Wisata Baru di Lampung

Utang dan piutang pun tak boleh Anda abaikan. Sebab hal ini menyangkut aset atau harta perusahaan yang Anda rintis.

Catatan di dalam buku catatan keuangan harus dibuat secara rinci dan teratur supaya lebih mudah dibaca dan dipahami. Urutkan berdasarkan tanggal dan waktu transaksi.

Buku catatan keuangan dapat dibuat dengan cara manual. Namun sistem ini dinilai kurang efektif.

Selain itu, kemungkinan adanya kesalahan perhitungan pun lebih besar jika pencatatan dilakukan secara manual.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Untuk mempermudah ada dalam pengelolaan kas keuangan, bisa memakai aplikasi BukuWarung. Aplikasi ini dapat membantu Anda dalam mencatat pengeluaran dan pemasukan bisnis.

Selain itu, aplikasi BukuWarung juga dilengkapi dengan fitur untuk mencatat utang dan piutang. Perhitungan yang dilakukan oleh sistem juga lebih akurat dibandingkan dengan perhitungan manual. Berkat bantuan aplikasi ini, dapat memantau kas usaha Anda secara realtime. Bahkan Anda bisa menggunakan aplikasi ini di mana saja.

Buat Anggaran Secara Rutin

Tidak hanya mencatat keuangan, membuat anggaran atau budgeting juga penting dalam sebuah bisnis. Budgeting bertujuan untuk membatasi pengeluaran agar tidak membengkak. Sebaiknya, Anda membuat anggaran secara teratur misalnya setiap bulan atau setiap minggu.

Pisahkan pengeluaran berdasarkan kelompoknya. Pastikan seluruh kebutuhan dalam bisnis dapat dipenuhi.

Membuat anggaran secara teratur juga dapat meningkatkan efisiensi dalam sebuah usaha. Hal ini akan memberikan dampak baik dalam jangka panjang. Dalam menentukan anggaran, sebaiknya juga mempertimbangkan catatan pada buku kas.

Jadi, bisa mengetahui anggaran mana yang harus ditambah atau dikurangi. Sebab pembuatan anggaran ini tidak bisa terpisah antara satu periode dengan periode berikutnya atau sebelumnya. Semuanya harus berkesinambungan agar usaha dapat berjalan dengan lancar.

Awasi Arus Kas Keuangan

Tips mengelola keuangan usaha kecil yang selanjutnya yaitu selalu mengawasi arus kas keuangan. Tujuan pengawasan ini yaitu mencegah adanya kebocoran kas.

Memang tidak mudah untuk memantau arus kas karena diperlukan ketelitian yang tinggi.

Diperlukan dasar ilmu akuntansi juga agar Anda bisa memahami kas keuangan yang baik. Namun tak perlu khawatir karena saat ini sudah hadir aplikasi BukuWarung.

Aplikasi ini dapat digunakan untuk mencatat pembukuan dan menyimpan data kas keuangan usaha. Data yang tersimpan akan diolah dan menghasilkan laporan yang terstruktur. Dengan bantuan aplikasi BukuWarung, tak perlu bingung lagi dalam mengawasi arus kas keuangan usaha.

Putar Arus Kas Lebih Cepat

Pengelolaan keuangan usaha yang baik juga tercermin bagaimana mengelola utang piutang dengan baik. Putar arus kas banyak pengusaha yang kesulitan memutar arus kas mereka, kenapa pengelolaan utang piutang berhubungan dengan perputaran arus kas?

Putaran arus kas akan melambat juga jika termin penjualan kredit lebih lama dibandingkan dengan pembelian kredit. Oleh karena itu menyeimbangkan keduanya sangat diperlukan.

Gunakan Laba untuk Kembangkan Usaha

Sebuah usaha dikatakan berhasil apabila mendapatkan laba yang besar. Alih-alih hanya membelanjakannya untuk keperluan pribadi, sebaiknya Anda sisihkan laba tersebut untuk mengembangkan bisnis. Dari setiap keuntungan yang didapat selama satu bulan, sisihkan minimal 10% untuk ditambahkan ke modal usaha.

Dengan cara ini, bisnis yang dirintis dapat terus berkembang. Misalnya Anda memiliki usaha toko kelontong. Dalam setiap bulan, sisihkan keuntungan untuk membeli barang-barang yang lebih banyak dan beragam.

Pisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha

Sekecil apa pun bisnis yang dijalankan, sebaiknya pisahkan uang yang dipakai untuk usaha dengan uang pribadi. Tujuan dari pemisahan ini untuk menghindari modal bisnis terpakai untuk keperluan pribadi. Hal terburuk ketika tetap menggabungkan antara uang usaha dengan uang pribadi yaitu modal habis tanpa terasa.

Keadaan ini akan membuat usaha terpaksa gulung tikar. Gunakan tempat yang berbeda antara uang pribadi dan kas usaha. Bisa memisahkannya di dua dompet berbeda.

Sebaiknya juga membuat rekening yang terpisah khusus untuk bisnis. Juga harus berkomitmen untuk tidak menggunakan kas usaha dalam rangka memenuhi kebutuhan pribadi.

Siapkan Dana Darurat

Kita tidak akan pernah tahu bagaimana nasib bisnis kita di masa depan. Hal-hal terburuk bisa saja terjadi. Contohnya bencana alam atau pendapatan terus menurun karena munculnya pesaing. Hal-hal seperti ini dapat membuat bisnis dalam posisi yang tidak aman.

Perlu menyiapkan dana cadangan atau darurat untuk mengantisipasi masa-masa sulit. Dana darurat ini sebaiknya disiapkan sejak awal sebelum Anda memulai usaha. Anda juga harus menggunakan dana ini dengan bijak.

Jangan menggunakannya di situasi yang masih dapat dikendalikan. Jika Anda mengalami kerugian, barulah dana ini dapat digunakan. Sedangkan di keadaan normal dan stabil, bisa menganggap bahwa dana darurat ini merupakan keuntungan yang Anda dapatkan dari bisnis.

Awasi Harta, Utang, dan Modal

Setiap harta, utang piutang, dan modal harus dicatat dengan terstruktur. Sebab semua itu dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis yang jalankan. Piutang merupakan harta perusahaan dan Anda wajib mencatatnya dengan baik.

Jika tidak, mungkin dapat kehilangan harta perusahaan tanpa disadari. Utang yang dimiliki kepada mitra juga harus dicatat meskipun pemberi utang juga memiliki catatan sendiri. Hal ini mencegah terjadinya pembayaran ganda atau klaim secara sepihak oleh pihak pemberi utang.

Seluruh barang yang dimiliki oleh perusahaan juga harus dicatat dalam buku catatan inventaris. Lakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan barang tersebut tidak hilang.

Gunakan Tenaga Profesional

Cara ini bisa jadi opsi untuk Anda yang tidak mampu mengelola keuangan usaha. Bisa gunakan tenaga profesional untuk mengelola keuangan usaha.

Usahakan yang memiliki pengalaman dalam bidang ini, karena pengelolaan keuangan yang baik akan berdampak pada keputusan yang diambil dalam pengembangan usaha.

Pisahkan Akunting dan Kasir

Memberikan deskripsi kerja kasir yang merangkap jadi akunting merupakan kesalahan besar. Kasir yang merangkap jabatan sebagai akunting besar kemungkinan bisa memanipulasi laporan keuangan. Tentunya hal tersebut akan mempengaruhi kondisi keuangan usaha Anda. Oleh karena itu pekerjakan akunting dan kasir secara terpisah.

Perhatikan Kontrak Pihak Ketiga

Rekan dalam mengelola usaha juga sangat penting. Banyak orang yang menjadikan orang terdekat sebagai rekan bisnis. Hal ini sangat rawan pada kelangsungan bisnis, usahakan sebelum bekerja sama, perhatikan kontrak, usahakan ada hitam di atas putih.

Jadi apabila sewaktu-waktu terjadi penyelewengan kewajiban kontrak tersebut bisa jadi bukti untuk.

Gunakan Software

Sekarang ini sudah banyak software pengelolaan keuangan. Salah satu software yang direkomendasikan adalah BukuWarung. Software ini bisa membantu melakukan pencatatan keuangan usaha, mulai dari pengeluaran, pemasukan, hingga pencatatan utang piutang. Menariknya lagi aplikasi BukuWarung ini bisa Anda dapatkan secara gratis di Playstore.

Mencatat dan mengawasi seluruh harta, utang, piutang, dan modal harus dilakukan secara berkala demi kelancaran berbisnis. Tekad yang bulat saja tak cukup untuk mencapai kesuksesan dalam sebuah usaha. Sebuah bisnis akan berhasil jika dilakukan dengan sungguh-sungguh. Juga harus berusaha untuk membangun bisnis yang baik dengan mempraktikkan cara mengelola cashflow di atas

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini