Sementara itu, pemegang hak waralaba restoran ayam cepat saji KFC PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) membukukan bagian rugi sebesar sebesar Rp7,94 miliar. Rugi itu jauh berkurang daripada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp73,97 miliar. Dengan kinerja pendapatan tersebut, emiten bersandi saham DNET ini mampu mencatatkan peningkatan laba usaha sebesar 123,21% yoy menjadi Rp999,74 miliar, dari Rp447,88 miliar.
DNET pun mencatatkan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp937,79 miliar, meningkat 132,22 persen dari Rp403,89 miliar di periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir September 2022, total aset DNET tercatat meningkat menjadi Rp18,73 triliun, dari Rp18,04 miliar di akhir Desember 2021.
Total liabilitas perseroan tercatat turun dari Rp6,82 triliun di 31 Desember 2021, menjadi Rp6,66 triliun di 31 Maret 2022. Sementara itu, total ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp11,73 triliun, dari Rp11,22 triliun di akhir tahun 2021.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.