JAKARTA – PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) di kuartal III-2022 terkoreksi. Di mana emiten pengelola klub sepakbola Bali United ini meraih laba bersih Rp29,975 miliar atau anjlok 74,5% dibanding periode sama tahun 2021 yang terbilang Rp114,37 miliar.
Dampaknya, laba per saham melorot ke level Rp5 per lembar, sedangkan akhir September 2021 berada di level Rp19,06.
Sementara pendapatan melonjak 197% menjadi Rp259,09 miliar yang ditopang peningkatan pendapatan siaran langsung lewat pita lebar dan rekaman video sebesar 245% menjadi Rp107,77 miliar.
Senada, pendapatan manajemen klub komersial melambung 216% menjadi Rp57,26 miliar. Bahkan, pendapatan lain lain terbang 1175% menjadi Rp51,639 miliar.
Walau beban operasi bengkak 133% menjadi Rp240,02 miliar. Tapi BOLA dapat membukukan laba operasi Rp19,072 miliar. Namun pendapatan bunga anjlok 89,5% sisa Rp15,115 miliar.
Dampaknya, laba sebelum pajak melorot 71,3% sisa Rp33,469 miliar. Sementara itu, kewajiban bertambah 2,1% dibanding akhir tahun 2021 menjadi Rp63,224 miliar. Pada sisi lain, ekuitas meningkat 4% menjadi Rp727,55 miliar.