Lalu kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp36,544 miliar. Pasalnya, penerimaan dari pelanggan hanya Rp282,54 miliar.
Tapi penerimaan kas dari pelanggan mencapai Rp222,1 miliiar dan pembayaran kepada karyawan sebesar Rp92 miliar. Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 370 miiliar dan laba bersih sekitar Rp 30 miliar seiring dengan kompetisi Liga 1 yang telah di mulai.
”Target pendapatan kami di 2022 pasti bertumbuh dibanding 2021, kami targetkan sekitar Rp370 miliar pendapatannya, dengan target net income kami sekitar Rp30 miliar di 2022," kata Direktur Bali Bintang Sejahtera, Yohanes Ade BM.
Perseroan mengaku optimis target tersebut bakal tercapai dengan melihat pencapaian positif perseroan di kuartal pertama 2022. Disebutkan, kontribusi Liga 1 ke pendapatan BOLA di kuartal pertama hanya Rp5 miliar atau setara 1,3%. Hanya saja, kata Direktur BOLA, Putri Paramita Sudali, bisnis utama Bali United bukan hanya di liga saja, tetapi yang terbesar dari sponsorship.
Ke depan, menurutnya, pendapatan dari sponsorship Bali United akan tetap meningkat tetapi dengan porsi yang akan terbagi lebih rata dibandingkan saat ini. "Jadi kami bukan lagi mengembangkan fokus di olahraga, tapi semua lini bisnis kami, dengan pendapatan yang diharapkan meningkat. Karena memang value sepak bola sudah pasti setiap tahunnya akan meningkat," tuturnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.