Share

Sistem Kerja No Work No Pay, Buruh: Cuti dan Sakit Harus Dibayar

Feby Novalius, Okezone · Jum'at 02 Desember 2022 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 320 2719485 sistem-kerja-no-work-no-pay-buruh-cuti-dan-sakit-harus-dibayar-XPdOkA8T4r.jpg Sistem Kerja No Work No Pay. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Beredar usulan pekerja akan menggunakan skema no work no pay. Di mana pekerja yang tidak bekerja tidak akan dibayar.

Usulan tersebut pun ditanggapi Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek) Mirah Sumirat. Menurutnya, usulan tersebut tidak masuk akal untuk diterapkan di Indonesia. Sebab dalam Undang-Undangan Ketenagakerjaan tidak ada aturan tersebut.

Baca Juga: Perluas Kesempatan Pekerja Migran, Menaker 'Rayu' Bos-Bos Korea

"Usulan itu nyeleneh, menyakiti pekerja buruh. Usulan itu belum ada di Perundangan, no work no pay. Ketika cuti, sakit ya itu dibayar dan masih ada upahnya," tegasnya saat dihubungi Okezone, Jumat (2/12/2022).

Baca Juga: Aturan Baru! 100 Perusahaan Mulai Terapkan 4 Hari Kerja Saja

Menurutnya, usulan atau isu seperti ini sebaiknya tidak disebar ke publik. Sebab saat ini pekerja atau buruh sedang berusaha di tengah ketidakpastian karena Covid dan kebutuhan pokok yang harganya tinggi.

"Kondisi pekerja sedang sulit di 2020, 2021 itu Covid. Kemudian di 2022, inflasi tinggi dan kenaikan harga BBM serta harga kebutuhan pokok tinggi," ujarnya.

Baca Juga: Hindari Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Penerbangan Jarak Jauh

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Mirah berharap usulan terkait sistem kerja sebaiknya harus berdasarkan kemanusiaan dan keadilan sosial. Sebab selama ini tidak ada pengusaha menawarkan sistem no work no pay.

"Ketika pekerja kontrak atau tetap, upah harus ada. Kecuali pekerja harian, hari ini masuk ya beda soal," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini