Share

Pefindo Raih Mandat Penerbitan Surat Utang Rp11,15 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 08 Desember 2022 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 278 2723088 pefindo-raih-mandat-penerbitan-surat-utang-rp11-15-triliun-SjxchAQFAi.jpeg Pefindo Terima Mandat (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengantongi mandat penerbitan surat utang sebesar Rp11,15 triliun.

Berdasarkan data Pefindo, jumlah mandat tersebut didapat dari 17 perusahaan yang berasal dari beragam sektor. Bila dirinci per sektor, industri bubur kertas memiliki rencana emisi obligasi terbesar yakni Rp2,03 triliun dari 2 perusahaan, diikuti sektor pertambangan dengan rencana emisi Rp2 triliun dari 1 perusahaan.

Sektor jalan tol memiliki rencana emisi Rp1,5 trilun dari 1 perusahaan disusul oleh bidang multifinance senilai Rp3,56 triliun dari 3 perusahaan.

Selanjutnya, sektor pertambangan mencatatkan rencana emisi Rp1,5 triliun dari 1 perusahaan, diikuti jasa kurir dan logistik dengan rencana emisi Rp600 miliar dari 2 perusahaan.

Sementara itu berdasarkan institusi dan belum listing, mandat obligasi yang berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak perusahaannya serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah 8 perusahaan dengan rencana emisi sebesar Rp4,37 triliun.

Adapun untuk non BUMN, Pefindo menerima mandat dari 9 perusahaan dengan proyeksi nilai emisi sebesar Rp6,78 triliun.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Kata Direktur Pemeringkatan Pefindo, Hendro Utomo, rencana penerbitan obligasi ini dapat terealisasi di sisa tahun ini atau mundur ke tahun 2023. Menurut Hendro, perusahaan masih terus mencermati kondisi pasar seperti suku bunga dan laju inflasi.

“Emiten tentu berharap suku bunga tetap rendah karena mereka akan terbebani dengan biaya kupon atau bunga selama obligasinya terbit,”ujarnya.

Adapun, penerbitan obligasi korporasi telah mencapai Rp156,03 triliun hingga 30 November 2022. Jumlah tersebut naik 59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp98,13 triliun. Jumlah emisi obligasi korporasi hingga akhir November 2022 dengan rating Pefindo adalah sebanyak Rp124,44 triliun, sementara sisanya sebesar Rp31,58 triliun dengan lembaga pemeringkat lainnya.

Hendro menjelaskan sektor multifinance masih mendominasi penerbitan obligasi korporasi sepanjang tahun ini dengan total emisi Rp25,88 triliun. Menyusul di belakangnya adalah sektor pulp & paper serta perbankan masing–masing sebesar Rp24,82 triliun dan Rp14,09 triliun.

Selanjutnya, sektor konstruksi mencatatkan emisi senilai Rp13,43 triliun diikuti oleh pertambangan dengan nilai penerbitan Rp13,22 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini