JAKARTA – Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Uriep Budhi Prasetyo mengatakan bahwa di balik pesatnya pertumbuhan investor lokal di pasar modal, harus dibarengi dengan peningkatan literasi. Hal ini dimaksudkan agar basis investor lokal tidak hanya kuat tetapi juga berkualitas,
”Jumlah investor yang meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir harus dibarengi dengan peningkatan literasi sehingga investor tidak sekedar ikut-ikutan dalam menentukan keputusan investasinya,” kata Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Uriep Budhi Prasetyo di Jakarta, Senin (26/12/2022).
Diakuinya, pertumbuhan investor ini tidak sebanding dengan tingkat literasinya. Hal ini jadi tantangan di tahun berikutnya dan metodologi perseroan bagaimana supaya tingkat literasinya ini juga meningkat. Berdasarkan data KSEI, jumlah investor pasar modal pada 2019 mencapai 2,48 juta investor.
Lalu pada 2020 meningkat 56,21% menjadi 3,88 juta investor. Pada 2021, jumlah investor pasar modal menjadi 7,49 juta atau melonjak 92,99% dari tahun sebelumnya.
Per 16 Desember 2022, jumlah investor pasar modal telah menembus 10 juta investor, tepatnya mencapai 10,24 juta investor atau meningkat 36,7% dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, tingkat inklusi keuangan di pasar modal mencapai 5,19% pada tahun ini, meningkat dibandingkan posisi pada 2019 sebesar 1,55%.