Lebih lanjut, dia menerangkan dari portofolionya, tol-tol dalam kota yang sudah masuk tahap mature atau matang, bisa bertumbuh hingga 2% per tahun. Sementara itu, ruang-ruang pertumbuhan trafik masih mungkin terjadi pada tol-tol baru yang dioperasikan oleh JSMR yang mampu bertumbuh di atas 10%.
Haning menegaskan masih mengandalkan ruas tol Trans Jawa dan area Metropolitan sebagai pengumpul pundi-pundi Jasa Marga. Perseroan berhasil mencatat kenaikan laba bersih sebesar 34,4% di kuartal tiga 2022 dibandingkan priode yang sama tahun 2021. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1 triliun tumbuh 34,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp749,4 miliar.
Kinerja perseroan mengalami peningkatan yang tercermin dari pencapaian pendapatan usaha sebesar Rp10,2 triliun atau tumbuh 23,7% yang merupakan kontribusi dari kinerja pendapatan tol sebesar Rp9,3 triliun atau naik 22,6% dan kinerja pendapatan usaha lain sebesar Rp892,1 miliar atau naik 36,3% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Tidak hanya itu, EBITDA Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 20,3% seiring dengan peningkatan kinerja Pendapatan Tol di Triwulan III 2022. Begitu pun dengan realisasi EBITDA Margin mencapai 63,3% dengan beroperasinya sejumlah ruas tol baru dan upaya efisiensi yang dilakukan perseroan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)