JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) secara resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (24/2/2023).
Meski dibuka hijau di level Rp925, namun harga saham PGEO terus bergerak di bawah harga penawaran yang ditetapkan perseroan yakni Rp875.
Hingga penutupan perdagangan sesi pertama, harga saham PGEO berada di level Rp815 atau turun 6,86%.
Adapun, total volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 448,56 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp373,12 miliar, serta frekuensi perdagangan sebanyak 38.032 kali.
BACA JUGA:Saham Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Naik 5,71% di Perdagangan Perdana
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Nugraha Mansury menyebut bahwa sisi fundamental PGEO sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi baru terbarukan (EBT) masih baik.
Dia pun membantah jika langkah pencatatan saham perseroan di BEI disebut gagal.