Hingga 30 Juni 2023, JSMR membukukan pendapatan usaha Rp8,92 triliun alias naik 18,34% yoy. Kontribusi tol perseroan mencapai Rp6,13 triliun disusul konstruksi Rp1,94 triliun.
BACA JUGA:
Setahun setelah spin-off, kontribusi pendapatan tol yang dipegang entitas meningkat dari total pendapatan tol JSMR, yakni mencapai 45,58% yoy, dibandingkan paruh pertama tahun lalu sebesar 27,41%.
Di bawah kendali JTT, ruas tol Jakarta-Cikampek berkontribusi utama sebesar Rp672,10 miliar, disusul ruas Surabaya-Gempol mencapai Rp401,18 miliar, Palimanan-Kanci Rp130,48 miliar, dan Semarang Seksi A, B, C sebanyak Rp115,17 miliar.
Kontribusi terbesar kedua berasal dari ruas tol Cikampek-Padalarang mencapai Rp581,67 miliar, disusul JORR Seksi non S mencapai Rp551,84 miliar, dan Jakarta-Bogor-Ciawi Rp542,81 miliar.
Tol Jakarta-Tangerang memberi pemasukan sebanyak Rp484,08 miliar, lalu Cawang-Tomang-Pluit sebanyak Rp472,75 miliiar, serta masih beberapa ruas lagi dengan pendapatan di bawah Rp400 miliar.
(Zuhirna Wulan Dilla)