JAKARTA - Perang Israel dan Palestina kian memanas dan menjadi sorotan dunia.
Bahkan ada gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) yang pertama kali muncul pada tahun 2005. Di mana ini merupakan upaya pemboikotan produk Israel oleh kelompok akar rumput dan pendukung kemerdekaan Palestina, termasuk warga Israel sendiri.
BACA JUGA:
Berdasarkan catatan Okezone, Sabtu (28/10/2023), berikut adalah beberapa fakta mengenai pemboikotan makanan hingga senjata ampuh yang dipakai tentara Israel:
1. Boikot Produk Israel
Salah satu tokoh sentral dalam gerakan ini adalah Omar Barghouti, seorang warga Palestina yang tinggal di Israel sejak 1994.
Gerakan BDS bertujuan untuk mengangkat hak dan martabat warga Palestina sesuai dengan hukum internasional.
2. 15 Produk Israel yang Diboikot di Seluruh Dunia
Gerakan BDS tidak terbatas hanya pada Israel. Di seluruh dunia, terdapat gerakan BDS lokal yang melakukan pemboikotan terhadap produk atau perusahaan pendukung Israel. Beberapa produk yang menjadi sasaran pemboikotan yaitu, Elbit Systems, Hewlett-Packard, Puma, Caterpillar, General Mills/Pillsbury, Hyundai Heavy Industries, Volvo, Barclays Bank, Alstom, Motorola Solutions, CEMEX, JCB, G4S/Allied Universal, AXA, dan CAF.
BACA JUGA:
3. Dampak Konflik Hamas-Israel
Konflik antara Hamas dan Israel memiliki dampak yang meluas, termasuk dalam hal investasi. Investor global, termasuk Indonesia, merasa terdampak oleh dukungan Amerika terhadap Israel dalam konflik ini. International Monetary Fund (IMF) memprediksi perlambatan pertumbuhan ekonomi global akibat konflik ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global, yang termasuk konflik seperti ini.