Sejak melantai di tahun 2017, perseroan membagikan dividen dengan jumlah deviden payout ratio yang semakin besar. Semenjak IPO sampai dengan pembagian dividen di 2023, MARK telah membagikan total dividen Rp442 miliar.
Dari segi produksi juga mengalami peningkatan, pada 2017 MARK hanya memiliki satu pabrik dengan kapasitas produksi 650.000 cetakan per bulan saat ini perseroan sudah memiliki tiga pabrik dengan kapasitas produksi 2.000.000 cetakan per bulan.
Ridwan Goh mengatakan, perseroan mengapresiasi Bursa Efek Indonesia yang memilih MARK sebagai salah satu sukses story perusahaan di daerah luar Jakarta yang terus berkembang.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.