Pada April 2024 BPS mencatat inflasi sebesar 0,25%, sementara year on year terjadi inflasi 3,0%.
“Inflasi tertinggi sebesar 1,20% terjadi di Provinsi Papua dan Papua Tengah sementara deflasi terdalam terjadi di Sumatera Barat sebesar 0,30%,” ucap Amalia.
2. Lonjakan Inflasi Harga Bawang Merah
Selama periode Januari 2021 sampai April 2024 bawang merah mengalami tingkat inflasi tertinggi. Tercatat pada April 2024, komoditas bawang merah alami kenaikan atau inflasi sekitar 30,75%.
BPS mengatakan bahwa inflasi bawang merah terjadi akibat penurunan suplai di sebagian wilayah. Akibat kenaikan harga tersebut, andil bawang merah terhadap inflasi April 2024 sebesar 0,14%.
3. Curah Hujan Tinggi
"Sejalan dengan laporan BMKG Maret 2024, curah hujan sangat tinggi terjadi di Jawa Tengah bagian Utara. Kami mencatat peristiwa ini berdampak pada harga bawang merah di April 2024, kenaikan harga disebabkan karena terganggunya produksi di wilayah sentra karena banjir di sepanjang Pantura seperti Brebes, Cirebon, Kendal, Demak, Grobogan, Pati dan lain-lain,” ungkap Amalia, Senin (6/5/2024).
4.Beras Deflasi Sebesar 0,12%
Beras akhirnya mengalami penurunan, hal tersebut terjadi akibat komponen harga mengalami gejolak deflasi setelah sebelumnya mengalami tekanan inflasi selama 7 bulan berturut-turut.
Komoditas beras menjadi salah satu dengan andil sebesar 0,12% pada April 2024. Saat ini deflasi beras terjadi di 28 provinsi dimana 1 provinsi harga beras stabil dan 9 provinsi lainnya mengalami inflasi beras.
“Setelah mengalami inflasi 8 bulan berturut-turut sejak Agustus 2023, beras mengalami deflasi pada April 2024. Hal ini tentunya seiring dengan peningkatan produksi beras dan kita lihat dampaknya tingkat inflasi beras terus menurun hingga alami deflasi pada April 2024 sebesar 2,72% deflasinya dan memberikan andil deflasi 0,12%,” tutur Amalia.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.