Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Percepatan Data, BPS Kirim 510 Mahasiswa STIS ke Bencana Sumatera

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 15 Januari 2026 |13:16 WIB
Percepatan Data, BPS Kirim 510 Mahasiswa STIS ke Bencana Sumatera
BPS Kirim Mahasiswa ke Wilayah Bencana (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengambil langkah cepat untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Sebanyak 510 mahasiswa Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) dikerahkan ke Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna melaksanakan pendataan lapangan yang krusial bagi proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti melepas secara resmi keberangkatan tahap kedua dengan 120 mahasiswa diberangkatkan menggunakan pesawat C-130 Hercules milik TNI Angkatan Udara, menyusul 120 rekan mereka yang telah berangkat sehari sebelumnya dengan armada serupa. Sisa personel lainnya diterjunkan secara bertahap menggunakan pesawat komersial.

”Pendataan ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa, tidak hanya untuk keilmuan tetapi juga kepada masyarakat. Sekaligus, ini akan menjadi tulang punggung penyediaan data untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana,” ujar Amalia di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Penugasan ini merupakan bagian dari mandat BPS sebagai koordinator pengelolaan data dalam Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026. Kegiatan ini juga diintegrasikan dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2026 Polstat STIS.

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi, turut memberikan pembekalan moral kepada para mahasiswa sebelum mereka lepas landas menuju lokasi tugas.

 

”Pekerjaan ini adalah mulia dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. Jaga kesehatan dan berbaik-baiklah dengan lingkungan,” pesan Erwin.

Selain 510 mahasiswa (terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi), BPS juga mengerahkan 50 pegawai pusat serta personel BPS daerah setempat. Mereka akan bertugas sebagai enumerator untuk mendata rumah tangga terdampak, tingkat kerusakan rumah, hingga fasilitas umum yang hancur.

Proses pendataan dilakukan dengan standar akurasi tinggi, meliputi:

- Kunjungan langsung ke rumah warga dan kamp pengungsian.

- Pencatatan kondisi infrastruktur menggunakan foto dan titik koordinat (geotagging).

- Pemadanan hasil lapangan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Seluruh data ini nantinya akan dikolaborasikan dengan data milik pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hasil akhirnya akan digunakan oleh Satgas untuk menyusun strategi pemulihan agar bantuan serta program pembangunan kembali infrastruktur dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran bagi para penyintas bencana di Sumatera.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement