Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

9 Fakta Angka Pengangguran Turun tapi Masih Ada 23 Juta Orang Miskin di Indonesia

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Minggu, 08 Februari 2026 |06:01 WIB
 9 Fakta Angka Pengangguran Turun tapi Masih Ada 23 Juta Orang Miskin di Indonesia
9 Fakta Angka Pengangguran Turun tapi Masih Ada 23 Juta Orang Miskin di Indonesia (Foto: Freepik)
A
A
A

3. Perbandingan Pekerja Laki-Laki dan Perempuan

Selanjutnya untuk Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada November 2025 sebesar 70,95 persen atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan Agustus 2025 yang mencapai 70,59 persen.

Jika dibedakan menurut jenis kelamin, maka TPAK laki-laki lebih tinggi dibandingkan TPAK perempuan di mana tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki mencapai 84,83 persen sementara tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan mencapai 56,91 persen. 

Baik TPAK laki-laki maupun TPAK perempuan mengalami peningkatan pada bulan November jika dibandingkan dengan Agustus 2025. Berikutnya adalah tingkat pengangguran terbuka.

4. Data Pengangguran

Selama periode Agustus 2025 sampai dengan November 2025 atau dengan kata lain pada November 2025 terdapat 7,35 juta orang menganggur di mana angka ini setara dengan tingkat pengangguran terbuka yang turun menjadi sebesar 4,74 persen. 

"Apabila kita bandingkan dengan bulan Agustus 2025, maka penurunan dari tingkat pengangguran terbuka pada bulan November 2025 ini adalah turun sekitar 0,11 persen basis point," ungkap Amalia. 

Jika dirinci, maka penurunan tingkat pengangguran terbuka dibandingkan dengan Agustus 2025 terjadi baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan dan tingkat pengangguran terbuka ini juga mengalami penurunan baik di wilayah perkotaan maupun di pedesaan.

5. Penyerapan Tenaga Kerja

Selanjutnya adalah penyerapan tenaga kerja menurut lapangan usaha. Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, maka hampir seluruh lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja kecuali aktivitas jasa lainnya dan pengadaan listrik dan gas. Tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja terbanyak adalah sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan.

Sementara itu, tiga lapangan usaha yang mengalami peningkatan tenaga kerja terbanyak pada bulan November dibandingkan dengan Agustus 2025 adalah lapangan usaha akomodasi dan makanan minuman yang naik sebesar 0,381 juta orang. Kemudian industri pengolahan juga naik 196 ribu orang dan perdagangan juga naik sekitar 168 ribu orang.

Pada November 2025, dari sebanyak 147,91 juta orang penduduk bekerja, sebesar 38,81 persennya berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai di mana dibandingkan dengan Agustus 2025, penduduk bekerja yang berstatus buruh, karyawan, atau pegawai mengalami penambahan terbanyak yaitu sekitar 625 ribu orang.
 
Dalam tiga bulan terakhir, jumlah penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri mengalami penurunan yakni sebesar 0,68 juta orang. Sementara itu, sejalan dengan peningkatan penduduk bekerja sebagai buruh, karyawan, pegawai, proporsi pekerja formal per November 2025 juga mengalami peningkatan dimana proporsi pekerja formal pada bulan November 2025 menjadi 42,30 persen dari total penduduk bekerja.

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement