Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

9 Fakta Angka Pengangguran Turun tapi Masih Ada 23 Juta Orang Miskin di Indonesia

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Minggu, 08 Februari 2026 |06:01 WIB
 9 Fakta Angka Pengangguran Turun tapi Masih Ada 23 Juta Orang Miskin di Indonesia
9 Fakta Angka Pengangguran Turun tapi Masih Ada 23 Juta Orang Miskin di Indonesia (Foto: Freepik)
A
A
A

6. Pendidikan Tenaga Kerja RI

Selanjutnya, pada bagian ini saya akan menyampaikan penduduk bekerja menurut tingkat pendidikannya. Pada November 2025, sebesar 13,01 persen penduduk bekerja berpendidikan tinggi atau dengan gelar diploma ke atas. 

Sementara itu, 34,63 persen penduduk bekerja adalah berpendidikan SD ke bawah dan jika dibandingkan dengan Agustus 2025, proporsi pekerja pendidikan dengan pendidikan SMP dan SMK ini mengalami peningkatan.
 
Pada November 2025, persentase pekerja yang bekerja penuh adalah sebesar 67,94 persen atau sekitar 100,5 juta orang yang memang bekerja penuh atau bekerja lebih atau sama dengan 35 jam per minggu. Proporsi pekerja penuh ini mengalami peningkatan yang meningkat sebesar 0,62 persen basis point dari yang sebelumnya 67,32 persen di bulan Agustus 2025.

Dengan demikian, proporsi pekerja dengan jam kerja tidak penuh atau yang bekerja selama 1 sampai dengan 34 jam seminggu adalah sebesar 32,06 persen atau sekitar 47,42 juta orang. 

Di antara pekerja tidak penuh, ada pekerja setengah pengangguran yaitu pekerja dengan jam kerja di bawah 35 jam seminggu dan masih mencari pekerjaan. 

Untuk tingkat setengah pengangguran di bulan November 2025 mengalami penurunan menjadi 7,81 persen dari sebelumnya di bulan Agustus 2025 yang sebesar 7,91 persen.

7. Angka Kemiskinan Turun

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan nasional berhasil ditekan hingga ke level 8,25 persen per September 2025, turun 0,22 persen poin dibandingkan Maret 2025.

Penurunan ini setara dengan berkurangnya jumlah penduduk miskin sebanyak 490 ribu orang, sehingga total penduduk miskin per September 2025 tercatat sebesar 23,36 juta orang.

Amalia menjelaskan, Garis Kemiskinan (GK) pada September 2025 mengalami kenaikan 5,30 persen dari posisi Maret 2025. Namun, ia menekankan pentingnya menerjemahkan angka per kapita tersebut ke dalam konteks pengeluaran riil sebuah keluarga.

Mengingat rata-rata satu rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,76 anggota keluarga, BPS menetapkan ambang batas pengeluaran bulanan yang lebih konkret.

"Garis kemiskinan per kapita perlu diterjemahkan menjadi garis kemiskinan per rumah tangga dan oleh sebab itu pada September 2025 secara rata-rata satu rumah tangga miskin di Indonesia terdapat 4,76 anggota keluarga sehingga garis kemiskinan per rumah tangga miskin adalah sebesar Rp3.053.269 per bulan," katanya.

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement