Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mentan Pelototi Harga Sapi di RPH Jelang Puasa dan Lebaran 2026

Tangguh Yudha , Jurnalis-Selasa, 10 Februari 2026 |11:55 WIB
Mentan Pelototi Harga Sapi di RPH Jelang Puasa dan Lebaran 2026
Harga daging sapi paha depan maksimal Rp130.000 per kilogram dan paha belakang maksimal Rp140.000 per kilogram. (Foto: Okezone.com/Feby)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memperketat pengawasan harga sapi hidup di tingkat Rumah Potong Hewan (RPH). Pengawasan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga daging sapi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

“Seluruh RPH tidak boleh menaikkan harga daging. Pemerintah ingin memastikan harga sapi dan daging tetap stabil, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026,” tegasnya, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Selasa (10/2/2026).

Mentan menyebutkan sebelumnya terdapat laporan di lapangan yang mengindikasikan adanya penjualan di atas harga acuan maksimal yang ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan, kenaikan harga yang tidak wajar tidak akan ditoleransi, terlebih jika memanfaatkan momentum hari besar keagamaan.

Untuk diketahui, sebelumnya Tim Saber Pelanggaran Harga dan Keamanan Pangan yang terdiri atas unsur Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Polri, serta dinas yang membidangi perdagangan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota telah melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di RPH Jatimulya, Bekasi, dan RPH Dharma Jaya, Cakung, pada Minggu, 8 Februari 2026.

Dalam sidak tersebut, terindikasi adanya overfaktur harga penjualan sapi hidup di tingkat rumah potong hewan.

Merespons temuan tersebut, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan langsung mengundang para pimpinan perusahaan penggemukan sapi (feedloter) dan pengelola RPH untuk hadir dalam rapat stabilisasi. Dalam surat undangan tersebut disebutkan adanya indikasi penjualan dengan harga Rp56.500 per kilogram bobot hidup di tingkat RPH.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut bertujuan memastikan kembali disiplin harga di seluruh rantai pasok guna menjaga stabilisasi harga daging sapi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

 

“Pada malam itu juga kami langsung melakukan penelusuran, dan hari ini kami memastikan kembali bahwa ketiga feedloter yang sapinya dijual di RPH Dharma Jaya di atas harga yang ditetapkan pemerintah ternyata menjual sesuai ketentuan, yaitu Rp55.000 per kilogram bobot hidup. Bahkan, ada salah satu feedloter yang menjual di RPH seharga Rp55.500 per kilogram, di bawah Rp56.000,” kata Agung.

Namun, berdasarkan penelusuran di lapangan, harga Rp56.500 per kilogram bobot hidup tersebut bukan berasal dari feedloter, melainkan terjadi pada transaksi lanjutan di tingkat distributor. Jika dari distributor diteruskan ke pihak berikutnya, pemerintah menegaskan harga di RPH tetap harus mengacu pada kesepakatan, yakni Rp56.000 per kilogram bobot hidup.

Ia menekankan bahwa disiplin harga tersebut penting demi menjaga harga daging sapi di pasar tetap sesuai ketentuan pemerintah.

“Hal ini tentu akan menjaga harga daging sapi di pasar berada di bawah atau paling tidak pada batas harga acuan penjualan di tingkat konsumen sesuai Peraturan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, di mana harga daging sapi paha depan maksimal Rp130.000 per kilogram dan paha belakang maksimal Rp140.000 per kilogram,” ujar Agung.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement