Selain itu, program ini juga telah berkontribusi bagi lingkungan dengan menghasilkan 25.828 tanaman sayuran, 12.120 liter pupuk organik cair, 2.315 liter eco enzyme, 70 produk olahan pupuk, 100 kg maggot BSF, dan 645,7 kg CO2-eq yang berkontribusi bagi efisiensi emisi gas rumah kaca dari penanaman sayuran hidroponik.
“Ini menjadi wadah positif, terutama beberapa pelatihan dan program pemberdayaan di dalamnya yang diharapkan dapat mendorong kesejahteraan kaum perempuan,” ujar Dhanny.
Dhanny juga menambahkan, program BRInita menjadi wujud nyata semangat pemberdayaan perempuan di era modern, sejalan dengan nilai perjuangan R.A Kartini.
Melalui pemanfaatan lahan terbatas menjadi ruang produktif, program ini tidak hanya mendorong swasembada ekonomi dan ketahanan pangan, tetapi juga membuka ruang bagi perempuan untuk berkembang, berdaya, dan menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
(Agustina Wulandari )
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.