Presiden Prabowo Subianto menyoroti nasib para nelayan, petani, hingga buruh Indonesia yang selama ini hidup diabawah garis kesejahteraan. Presiden mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena selama ini Indonesia belum memiliki fasilitas produksi untuk produk-produk hulu atau barang jadi. Sehingga para petani, dan nelayan hanya menjual barang mentah atau produk hilirnya saja.
"Sudah terlalu lama petani-petani Indonesia, nelayan-nelayan Indonesia, buruh-buruh Indonesia tidak menikmati kesejahteraan yang layak, sudah terlalu lama," ujarnya.
Prabowo menegaskan, ke depan Pemerintah berkomitmen untuk mengurangi sampai dengan menghentikan untuk berjualan produk-produk mentah. Hasil olahan petani dan nelayan, akan diupayakan diproduksi dalam negeri terlebih dahulu agar punya nilai tambah lebih.
"Kita tidak mau sekedar jual bahan baku, kita tidak mau hanya Menjual buah kelapa kita mau olah turunan-turunan nya di Indonesia supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia," lanjutnya.
Menurutnya, kurang sejahteranya nelayan, petani, hingga buruh di Indonesia karena banyak sumber daya alam yang justru dikuasai oleh orang-orang patut dipertanyakan keberpihakannya terhadap Negara.
"Kita kasih konsesi tambang, kita kasih konsesi perkebunan, kita kasih lagi kredit dari Bank pemerintah, bank milik rakyat tapi mereka begitu berhasil, hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia. Saya kira bangsa Indonesia tidak mau hal ini diteruskan," katanya.
Oleh sebab itu, Presiden menargetkan sepanjang tahun 2026 ini proyek hilirisasi akan dibangun di 40 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah perekonomian dan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani, nelayan, hingga buruh lokal.
Prabowo menjelaskan, langkah ini sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong industrialisasi berbasis sumber daya alam dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. "Kita mungkin tambah lagi di beberapa titik. Tahun ini mungkin kita (bangun) 30-40 proyek besar (hilirisasi)," kata Presiden.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia harus menjadi negara yang hebat, bahkan menjadi raksasa dunia sehingga menjadi panutan dan dihormati bangsa lain.
Menurutnya, hal tersebut dapat dicapai dengan terus menggenjot hilirisasi yang berdampak sangat baik bagi perekonomian. Nilai tambahnya pun sangat besar dan sudah di depan mata. Oleh sebab itu, Presiden Prabowo mendorong para Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi hingga Danantara untuk terus mengkaji teknologi hilirisasi.
“Yang ingin saya sampaikan, kita harus menjadi raksasa yang tidak tidur. Kita harus menjadi raksasa yang bangun, dan kita akan bangun. Kita akan menjadi negara yang hebat, percaya itu, saya sangat percaya,” ujar Prabowo.
Prabowo sangat optimistis bahwa apabila hilirisasi dalam negeri terus berkembang, maka masa depan bangsa akan semakin cerah. Prabowo mengungkap harapannya ingin melihat Indonesia makmur dan dihormati bangsa lain.
Prabowo bahkan ingin hidup lebih lama lagi untuk menyaksikan hal tersebut. Dia mengutip lirik lagu favoritnya yang berbunyi 'Ingin hidup seribu tahun lagi'.
"Sebetulnya secara jujur saya suka dengan kata-kata dari salah satu lagu favorit saya. Kan ada kata-kata itu dalam lagu Pertemuan kan ada itu 'saya ingin hidup seribu tahun lagi' karena saya ingin melihat Indonesia jaya, rakyat Indonesia makmur, Indonesia dihormati, dan dibanggakan oleh bangsa-bangsa lain,” katanya.
“Hilirisasi adalah satu-satunya jalan agar kita bisa lebih makmur,” tegasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.