Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Makin Melemah Dekati Rp17.400 per Dolar AS

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 04 Mei 2026 |18:00 WIB
Rupiah Makin Melemah Dekati Rp17.400 per Dolar AS
Rupiah Makin Melemah Dekati Rp17.400 per Dolar AS (Foto: BRI)
A
A
A

Dari sentimen domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 surplus USD3,32 miliar. Surplus ini USD3,32 miliar dibanding catatan pada Februari 2026 yang senilai USD1,27 miliar.

Kondisi surplus itu disebabkan nilai ekspor sebesar USD22,53 miliar atau turun 3,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan impor USD19,21 miliar atau tumbuh 1,51 persen. Sebagai catatan ini adalah surplus dalam 70 bulan beruntun sejak Mei 2020.

Surplus Maret 2026 ditopang oleh komoditas nonmigas surplus USD5,21 miliar. Komoditi penyumbang terutama minyak dan lemak hewan nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja. Komoditas migas defisit USD1,89 miliar dengan komoditas penyumbang defisit minyak mentah, hasil minyak, dan gas.

Neraca perdagangan kumulatif pada Januari-Maret 2026 mencapai surplus USD5,55 miliar. Surplus Januari-Maret ditopang oleh komoditas nonmigas USD10,63 miliar. Sementara itu, komoditas migas masih mengalami defisit USD5,08 miliar.

Kemudian, aktivitas manufaktur Indonesia semakin tergerus dampak perang hingga mengalami kontraksi. Data Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global hari ini, menunjukkan PMI Indonesia berada di 49,1 pada April 2026. Angka ini adalah yang terendah sejak Juli 2025 atau sembilan bulan terakhir. Angka ini sekaligus menandai kontraksi pertama PMI sejak Juli 2025 setelah delapan bulan ekspansi.

PMI mengalami kontraksi karena terjadi penurunan kondisi sektor manufaktur Indonesia pada awal kuartal kedua 2026 karena sejumlah faktor. Kontraksi ini didorong oleh penurunan berkelanjutan dalam volume produksi. Penurunan tersebut terjadi selama dua bulan berturut-turut, dengan laju penurunan yang semakin  cepat dibandingkan Maret dan menjadi yang tercepat sejak Mei tahun lalu.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.390-Rp17.440 per dolar AS.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement