3. Industri Sepatu dan Tekstil Jadi yang Paling Terpukul
KSPI mencatat sektor padat karya menjadi salah satu yang paling rentan terkena dampak perlambatan ekonomi.
Pada Mei 2026, PT Nikomas Gemilang dilaporkan melakukan PHK terhadap 279 pekerja. Sementara PT Parkland World Indonesia 2 melakukan PHK terhadap 223 pekerja dan PT Sinhwa Bis terhadap 176 pekerja.
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan mulai dirasakan industri yang selama ini menjadi penyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
4. Pelemahan Rupiah dan Konflik Global Jadi Pemicu
KSPI menilai terdapat dua hingga tiga faktor utama yang mendorong meningkatnya PHK.
Pertama, konflik geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga energi dan bahan bakar industri. Kedua, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang membuat biaya impor bahan baku meningkat. Ketiga, melemahnya permintaan pasar global yang menekan kinerja ekspor perusahaan nasional.
Akibatnya, banyak perusahaan menghadapi kenaikan biaya produksi sehingga memilih melakukan efisiensi, termasuk melalui pengurangan tenaga kerja.
5. Sektor Otomotif Terdampak
Tekanan juga mulai dirasakan industri otomotif yang bergantung pada komponen dan bahan baku impor.