Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Fakta Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Harga Pasar, Pertamax Bisa Turun Lagi

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 20 Juni 2026 |07:01 WIB
7 Fakta Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Harga Pasar, Pertamax Bisa Turun Lagi
6 Fakta Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Harga Pasar, Pertamax Bisa Turun Lagi (Foto: Pertamina Patra Niaga)
A
A
A

3. Harga Pertamax Tetap Pertimbangkan Kondisi Masyarakat

Di tengah kondisi dan dinamika global di mana harga minyak dunia beranjak naik dampak kondisi geopolitik, Pemerintah senantiasa menjaga harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax series selalu stabil dengan tidak mengalami kenaikan.

Kenaikan harga yang dilakukan pada bulan Juni untuk BBM jenis Pertamax mempertimbangkan fluktuasi harga pasar internasional, dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat di dalam negeri. 

4. Harga Pertamax Lebih Murah 50 Persen

Penyesuaian harga Pertamax yang dilakukan saat ini adalah 50% dari selisih harga pasar, dan jika dibandingkan dengan harga BBM sejenis di negara-negara tetangga Asean tetap lebih kompetitif agar menjaga daya beli dan perekonomian. 

“Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah sekaligus menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat," katanya.

5. ESDM Beri Sinyal Harga BBM Nonsubsidi Turun

Kementerian ESDM bicara terkait potensi penurunan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax. Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, harga BBM nonsubsidi sangat bergantung pada pergerakan harga minyak dunia sebagai bahan baku utama.

“Apakah bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun,” kata Anggia saat konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, pemerintah harus menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga bagi masyarakat dan keberlangsungan pasokan BBM di dalam negeri.

Karena itu, ketika harga minyak global meningkat, badan usaha penyedia BBM perlu melakukan penyesuaian agar distribusi dan ketersediaan bahan bakar tidak terganggu.

“Kalau kita berbicara contoh sederhana nih, bahan bakunya di luar sudah naik, yang dagang enggak bisa menaikkan harga, mau tidak mau kan itu ketersediaan bahan yang dijualnya jadi tidak ada. Jadi ini yang mempertimbangkan,” ujarnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement