Purbaya mengaku sudah memperhitungkan potensi pergeseran jabatannya, meski kepastian baru didapatkan saat panggilan telepon tersebut masuk.
"Ya kita udah hitung-hitung. Kira-kira 50-50 lah. Tapi baru tahunya waktu itu," jelasnya.
Ketika dikonfirmasi mengenai rumor pemecatan dirinya yang dikaitkan dengan langkah tegas perombakan ratusan pejabat pajak dan bea cukai baru-baru ini, Purbaya mengonfirmasi bahwa hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan, di samping hak penuh Kepala Negara.
"Sebagian ada. (Sebagian lainnya) itu kan hak prerogatif Presiden, kita ikutin aja," kata Purbaya.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto mengatakan, pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan (Menkeu) bukan karena merombak pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Menurutnya, pergantian pejabat merupakan hal biasa.
Pernyataan itu diungkapkan Bambang sekaligus merespons klaim Purbaya soal pencopotannya oleh Presiden Prabowo Subianto berkaitan dengan langkahnya merombak ratusan pejabat di internal Kemenkeu.
"Itu pengakuan Pak Purbaya ya? Tapi sebetulnya nggak. Tidak ada yang istimewa. Pergantian kapan saja itu sebetulnya Menteri, Wakil Menteri siap diganti," kata Bambang di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Bambang menyebut, pergantian sosok sekelas menteri hal yang lumrah dilakukan. Dia menegaskan tidak ada yang istimewa dalam pergantian Purbaya tersebut.
"Itu pergantian biasa saja sebetulnya. Pergantian pejabat kan tidak ada sesuatu yang istimewa. Kan itu juga prerogatif Presiden kan ya," katanya.
"Dari Istana, sebetulnya pergantian itu adalah sesuatu yang lumrah saja sebetulnya. Bisa kapan saja. Namanya reshuffle kan bisa saja kapan dicopot, kemudian ada yang diangkat yang baru," tambahnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.