JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memisahkan aset jaringan senilai Rp85,7 triliun kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia). InfraNexia akan mengelola 90% lebih aset infrastruktur jaringan Telkom, mencakup 112 ribu kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26 ribu km sistem komunikasi kabel laut (SKKL) domestik, sehingga bisa digunakan oleh lebih banyak pelaku industri.
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengungkapkan pemisahan aset jaringan infrastruktur senilai Rp85,7 triliun telah mendapat persetujuan pemegang saham independen dalam RUPSLB dan dilanjutkan dengan penandatanganan akta pemisahan antara Direktur Utama Telkom dengan Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf.
“Kami yakini InfraNexia menjadi penyedia infrastruktur terbesar di Indonesia, dengan jaringan yang membentang di berbagai wilayah Indonesia, dapat semakin mempertajam fokus bisnis dan produktivitas aset infrastruktur sehingga kontribusi terhadap pendapatan segmen business to business infrastructure TelkomGroup menjadi jauh lebih besar,” ujar Nanang kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menambahkan, konsolidasi aset jaringan ke InfraNexia memberikan ruang yang lebih luas bagi InfraNexia untuk meningkatkan utilitas jaringan dan juga memperluas kolaborasi para pelaku ekosistem digital nasional.
“Skala infrastruktur yang semakin besar yang dikelola InfraNexia memberi fleksibilitas untuk menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi beragam kebutuhan pelanggan. Fokus kami tidak hanya memperluas pemanfaatan aset tapi memastikan infrastruktur yang kami miliki dapat menjadi pondasi bagi pertumbuhan lebih banyak mitra, layanan digital dan mendukung penguatan ekosistem serta kedaulatan digital Indonesia,” jelas dia.