Sementara itu, Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd Rauf memaparkan, pihaknya akan memperkuat peran jaringan infrastruktur telekomunikasi nasional ke arah AI Ready Infrastructure.
"Dengan jaringan yang kian terintegrasi dan scalable, InfraNexia ingin menghadirkan pondasi yang dapat mendukungan pertumbuhan AI, cloud, data center serta berbagai inovasi digital lainnya di masa depan, sekaligus membuka lebih banyak bagi mitra kami untuk memperluas layanan tanpa harus mengembangkan jaringan infrastrukturnya sendiri,” ujar dia.
Menurut Lukman, InfraNexia akan menjalankan model bisnis open-access dan carrier-neutral melalui dua lini bisnis, yakni wholesale connectivity dan wholesale FTTx. Layanan ini mencakup layanan konektivitas berkapasitas tinggi, akses jaringan hingga pemanfaatan infrastruktur pasif bersama yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas, cakupan dan model bisnis masing-masing pelanggan.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.