Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OJK Akui Sudah Prediksi IHSG Bisa Turun ke Level 5.000, Ini Penyebabnya

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Kamis, 08 Oktober 2026 |16:46 WIB
OJK Akui Sudah Prediksi IHSG Bisa Turun ke Level 5.000, Ini Penyebabnya
BEI (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan telah memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi hingga level 5.000-an sejak Februari 2026. Proyeksi tersebut muncul sebagai konsekuensi dari agenda reformasi struktural pasar modal yang mulai digulirkan untuk memperkuat integritas dan transparansi pasar.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, otoritas sejak awal telah memperhitungkan bahwa reformasi struktural yang dilakukan akan menimbulkan tekanan terhadap pasar dalam jangka pendek.

Hasan mengungkapkan, level IHSG di kisaran 5.000-an bahkan telah menjadi pembahasan di internal OJK sejak Februari 2026. Perkiraan tersebut pada awalnya dihitung dengan mempertimbangkan dampak reformasi struktural pasar modal, di luar berbagai faktor eksternal lainnya.

"Tentu pada saat itu tidak bisa kita bocorkan bahwa akan turun sampai ke 5.000 an. Tapi angka 5.000 an itu sudah menjadi pembicaraan di meja kami sejak Februari 2026," kata Hasan dalam forum BIG Market Insight 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Namun, tekanan terhadap pasar modal kemudian tidak hanya berasal dari proses reformasi. Sejumlah faktor eksternal turut memperberat tekanan terhadap IHSG sepanjang tahun ini. Hasan menyebut perubahan outlook dari lembaga pemeringkat internasional Moody's dan Fitch menjadi salah satu faktor yang ikut mempengaruhi sentimen pasar.

Selain itu, kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga meningkatkan tensi geopolitik global. Kondisi tersebut kemudian memberikan tekanan terhadap distribusi barang, harga komoditas dan energi, hingga inflasi.

Tekanan tersebut kemudian berlanjut melalui kenaikan harga energi dan komoditas, peningkatan inflasi, hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement