Industri Padat Karya Jadi Perhatian
Sarmuji memberikan perhatian khusus terhadap revitalisasi industri padat karya, terutama subsektor tekstil dan produk tekstil (TPT), pengolahan kulit, serta alas kaki.
Sektor tersebut dinilai strategis karena tidak hanya berkontribusi terhadap PDB dan ekspor industri pengolahan, tetapi juga menyerap jutaan tenaga kerja.
Khusus industri TPT, jumlah tenaga kerja ditargetkan meningkat dari 3,95 juta orang pada 2026 menjadi 4,07 juta orang pada 2029.
Kemenperin Dorong Modernisasi Mesin TPT
Untuk memperkuat industri padat karya, Kemenperin mengoptimalkan sejumlah kebijakan. Langkah tersebut mencakup restrukturisasi permesinan TPT, penyaluran Kredit Industri Padat Karya (KIPK), perluasan akses modal kerja, serta pengendalian arus produk impor di pasar domestik.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengatasi tingginya biaya produksi, masuknya produk impor, serta kondisi mesin pabrik TPT nasional yang sebagian besar telah berusia lebih dari dua dekade.