Ia pun meminta Bulog menjaga stok jagung hingga 250.000 ton pada periode September-Desember. Stok tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan pakan pada bulan-bulan yang dinilai rawan mengalami tekanan pasokan dan kenaikan harga.
"Setelah ditampung oleh Bulog, menjaga stoknya harus 250.000 ton itu pada bulan-bulan kritis, yaitu September, Oktober, November, Desember. Ini dijaga, stoknya kita minta 250.000 ton pada bulan ini," ujarnya.
Pemerintah, kata Amran, juga menyiapkan skema resi gudang untuk membantu petani yang memiliki keterbatasan modal. Melalui mekanisme ini, Bulog dapat membeli dan menyimpan jagung di gudang, sementara kepemilikan komoditas tetap tercatat sebagai milik petani. Jagung tersebut dapat dijual kepada pihak lain atas persetujuan pemiliknya.
Menurut Amran, skema tersebut memungkinkan petani tetap memiliki persediaan jagung tanpa harus segera menjual seluruh hasil panennya karena kebutuhan modal.
Di sisi lain, pemerintah akan memperkuat dukungan terhadap sektor peternakan melalui bantuan alat dan mesin pertanian. Pada tahap awal, Amran menyebut pemerintah akan memberikan 20 unit traktor, dengan kemungkinan penambahan menjadi 40 unit sesuai kebutuhan di lapangan.
Lebih lanjut, Amran menyebut akan mengusulkan pembangunan pabrik tepung telur dan daging dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) bersama kementerian terkait. Usulan itu ditujukan untuk memperkuat ekosistem industri peternakan dari hulu hingga hilir.
"Tidak akan saya biarkan peternak jalan sendiri. Kami akan membela semaksimal mungkin dan saya pertaruhkan segalanya. Itu perintah Bapak Presiden. Jaga mereka, lindungi mereka, beri kesempatan peternak untung pasti dia berproduksi," tegas Amran.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.