Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahlil Bidik Transaksi Program Hilirisasi Indonesia Tembus USD618 miliar pada 2040

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Kamis, 15 Oktober 2026 |13:41 WIB
Bahlil Bidik Transaksi Program Hilirisasi Indonesia Tembus USD618 miliar pada 2040
Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah menargetkan nilai hilirisasi Indonesia mencapai USD618 miliar pada 2040. Target tersebut akan ditopang pengembangan hilirisasi di berbagai sektor, mulai dari mineral dan batu bara, minyak dan gas bumi, kehutanan, perikanan, hingga pertanian.

Bahlil mengatakan hilirisasi menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekspor Indonesia. Melalui strategi tersebut, Indonesia diarahkan untuk tidak lagi bergantung pada ekspor bahan baku, melainkan menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

"Master plan ke depan hilirisasi Indonesia pada tahun 2040 target kita mencapai USD618 miliar. Dan hilirisasi ini sesungguhnya dilakukan dari semua sektor," kata Bahlil dalam paparan pada pembukaan Trade Expo Indonesia ke-41 Tahun 2026 di ICE BSD, Rabu (14/10/2026).

Menurut dia, peta jalan hilirisasi lintas sektor tersebut akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah ingin memastikan pengelolaan sumber daya alam tidak berhenti pada kegiatan ekstraksi dan penjualan bahan mentah, tetapi dilanjutkan melalui industrialisasi dan pengembangan ekosistem industri dari hulu hingga hilir.

Bahlil mencontohkan perkembangan hilirisasi nikel yang dinilai mampu meningkatkan nilai ekspor komoditas tersebut secara signifikan. Dia menyebut nilai ekspor nikel Indonesia pada 2017–2018 masih sekitar USD3,3 miliar.

Setelah pemerintah menghentikan ekspor bijih nikel dan mendorong pembangunan industri pengolahan di dalam negeri, nilai ekspor sektor tersebut meningkat menjadi USD34 miliar pada 2023 dan melampaui USD40 miliar pada 2025. Pada 2026, Bahlil menargetkan nilai ekspor nikel Indonesia mencapai sedikitnya USD45 miliar.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement