Hingga Juli 2026, KKP telah melakukan verifikasi terhadap 30 unit pengolahan ikan (UPI) dan eksportir calon penerima fasilitas tersebut. Sebanyak 11 perusahaan dinyatakan memenuhi persyaratan dan memperoleh nomor registrasi IJEPA.
Peluang Pasar Perlu Diimbangi Penguatan Industri
Peluang ekspor tersebut perlu diikuti penguatan industri dari hulu hingga hilir. Ketersediaan bahan baku, kualitas hasil tangkapan, keamanan pangan, serta penerapan standar penanganan ikan menjadi faktor penting untuk memenuhi persyaratan pasar internasional.
Founder & CEO Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI), Janti Djuari, menyoroti pentingnya edukasi mengenai kualitas dan keamanan produk tuna. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah kandungan histamin yang dapat terbentuk apabila ikan tidak ditangani dan disimpan dengan baik.
"Ikan tuna merupakan sumber protein yang sangat baik dan memiliki potensi besar untuk dikonsumsi lebih luas oleh masyarakat. Namun, edukasi mengenai kualitas dan penanganan ikan juga harus diperkuat," ujar Janti, Sabtu (7/11/2026).
Menurut dia, penerapan standar penanganan dan sistem rantai dingin diperlukan untuk menjaga mutu ikan sejak ditangkap hingga sampai ke konsumen. Hal tersebut juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk tuna Indonesia.