Sri Mulyani Sebut Kapal Pencuri Ikan Bisa Jadi Aset Negara

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 22:49 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 10 320 1843214 sri-mulyani-sebut-kapal-pencuri-ikan-bisa-jadi-aset-negara-DpRPrKz1a7.jpg Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk menghentikan aksi penenggelaman kapal asing yang masuk ke wilayah perairan RI.

Permintaan Menko Luhut ini mendapatkan pro dan kontra dari berbagai pihak. Di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendukung keinginan Menko Luhut. Sedangkan Presiden Jokowi mengatakan tidak ada yang salah dengan kebijakan Menteri Susi hanya saja ia meminta untuk saat ini lebih fokus pada industri pengolahan ikan terutama yang mendorong ekspor.

Baca Juga: Penenggelaman Kapal Diminta Berhenti, Rizal Ramli: Masa Mau Balik ke Sistem Lama?

Mengenai hal ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berpendapat berbeda, dia menyatakan bahwa kapal-kapal asing yang telah ditangkap justru menguntungkan RI karena bisa dijadikan sebagai aset negara.

"Jika suatu barang yang diambil alih oleh suatu negara melalui suatu proses hukum yang benar dia bisa jadi aset negara, tentu bisa dimanfaatkan bagi kita. Kan konsen atau perhatian ibu Susi bagaimana kapal-kapal ini enggak menyalahgunakan, apakah izin, apakah trayek, apakah dari sisi pengambilan ikan atau SDA di Indonesia," ungkap Sri Mulyani di Djakarta Theater, Rabu (10/1/2018).

Baca Juga: 1 Kapal Ditenggelamkan Seharga Rp1,6 Miliar, Pemerintah Sudah Rugi Rp380 Miliar

Menurutnya, konsen Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat ini bahkan agar kapal yang sudah ditangkap bisa dimanfaatkan bagi masyarakat.

"Jadi sebetulnya dua hal ini sangat bisa dijembatani dengan terus memperbaiki tata kelola monitoring dan kemudian memanfaatkan aset itu dengan menegakan tata kelola yang baik juga bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Baca Juga: Jokowi: Penenggelaman Kapal Bentuk Kita Tak Main-Main terhadap Pencurian!

Sementara itu, Sri Mulyani menilai kapal-kapal asing yang sudah ditangkap tersebut bisa saja dikelola oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Namun untuk bisa mengelola itu maka LMAN harus melalui proses hukum yang panjang. Karena semua aset yang dikelola LMAN pasti sudah melalui proses hukum bukan pemaksaan seperti kapal asing tersebut.

"Kalau dari LMAN biasanya kalau sudah melalui proses hukum. Kalau melihat secara paksa masih ada proses hukum yang harus dilalui," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini