nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peringatan BPS, Kenaikan Harga Pertalite Masih Sumbang Inflasi Bulan April

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 02 April 2018 13:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 02 20 1880937 peringatan-bps-kenaikan-harga-pertalite-masih-sumbang-inflasi-bulan-april-5G5qM9KmBl.jpg Foto: Kenaikan Harga Pertalite Masih Sumbang Inflasi April (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi terutama untuk jenis Pertalite diyakini masih akan berdampak pada inflasi April 2018.

Adapun pada Maret 2018 kelompok bensin yang terdiri dari Premium, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo menyumbang inflasi sebesar 0,04%.

Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto mengatakan, kenaikan harga Pertalite sebesar Rp200 menjadi Rp7.800 per liter pada 24 Maret 2018 masih memiliki dampak ikutan pada April ini.

"Berapa besarnya saya tidak tahu, tetapi perlu dicatat bahwa seminggu terakhir sudah tercover, jadi kalau inflasi kan rata-rata harga selama satu bulan dibandingkan bulan sebelumnya, yang seminggu tercover, 3 minggunya belum. Jadi pasti masih akan berdampak, berapa besarnya saya tidak tahu," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Senin (2/4/2018).

 Baca Juga: Cabai Merah Jadi Biang Keladi Inflasi Maret 0,20%

Kecuk memaparkan, terjadi pergeseran konsumsi Premium kepada Pertalite meskipun bukan fenomena yang baru. Saat ini Pertalite memiliki bobot 43% sementara Premium 32%. Pertamax memiliki bobot kecil dalam kelompok bensin, yaitu sebesar 23%.

"Memang harus diakui kalau porsi Pertalite memang naik, dan porsi Premium agak turun jadi komposisinya," jelas dia.

Akan tetapi, Kecuk meyakini apabila pemerintah dapat menjaga pasokan premium maka kontribusi bensin terhadap inflasi masih tetap terjaga.

 Baca Juga: BPS: Inflasi Maret 2018 Sebesar 0,20%

Di samping itu, Kecuk menilai kenaikan BBM non subsidi adalah kewajaran, sebab PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian terhadap harga minyak dunia yang naik, sementara target dalam APBN hanya sebesar USD48 per barel.

"Saya yakin kalau premiumnya tetap tersedia dan sudah ada keputusan tidak akan mengalami kenaikan saya pikir enggak akan besar (inflasi)," kata dia.

Sekadar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi Maret 2018 sebesar 0,20% (mtm). Angka ini naik dibandingkan tingkat inflasi Februari 2017 sebesar 0,17%.

Adapun inflasi tahun kalender Maret adalah 0,99%. Sementara, inflasi tahunan Februari 2018 sebesar 3,4% year on year (yoy).

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini