Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada 4 Lokasi Hunian Aman di Palu dan Donggala Pasca-Gempa & Tsunami

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 12 Oktober 2018 |14:31 WIB
Ada 4 Lokasi Hunian Aman di Palu dan Donggala Pasca-Gempa & Tsunami
Ilustrasi: Foto Okezone
A
A
A

Goncangan gempa bumi melanda daerah Kabupaten Donggala, Palu, Parigi dan Sigi. Wilayah di sekitar pusat gempa bumi pada umumnya disusun oleh batuan tua dari umur pra Tersier, Tersier dan batuan yang lebih muda dari masa Kuarter. Batuan berumur pra Tersier dan Tersier tersebut sebagian telah mengalami pelapukan. Sedangkan batuan endapan Kuarter (kurang dari 2 juta tahun lalu) pada umumnya bersifat urai, Iepas, lunak, belum kompak (unconsolidated), bersifat memperkuat efek goncangan gempabumi.

Selain menyebabkan korban jiwa serta merusak bangunan vital, gempa juga diikuti oleh tsunami dengan ketinggian gelombang 0,5 hingga 3 meter yang melanda pantai Talise di Kota Palu dan pantai di Kabupaten Donggala, serta diikuti fenomena likuifaksi yang telah merusak perumnas Balaroa, Petobo, Jono Oge, dan Sidera.

Badan Geologi Kementerian ESDM telah mengirimkan Tim Tanggap Darurat yang sudah masuk pada tanggal 29 Oktober 2018 (sehari sesudah gempa) untuk memeriksa dampak gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi, serta mengumpulkan data-data teknis untuk rekomendasi langkah selanjutnya pembangunan Palu berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN, Kementerian PUPR, BNPB, BMKG, dan Pemerintah Daerah.

Selanjutnya, Tim Badan Geologi akan diberangkatkan untuk melakukan penyelidikan geologi dan memetakan kembali daerah yang aman untuk ditinggali, dalam rangka menyiapkan rekomendasi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca terjadinya gempabumi Palu dan sekitarnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement