nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mi Instan, Kopi hingga Kerupuk Udang RI Bakal Dijual di Alibaba

Sabtu 13 Oktober 2018 16:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 13 320 1963632 mi-instan-kopi-hingga-kerupuk-udang-ri-bakal-dijual-di-alibaba-vQI54EZFWq.jpg Foto: Jack Ma di IMF-World Bank (Heru/Okezone)

NUSA DUA - Lima produk unggulan Indonesia dari kopi sachet hingga kerupuk udang akan turut dipromosikan oleh Alibaba Group, pada hari belanja daring terbesar di China pada 11 November 2018 atau dikenal dengan sebutan Double Eleven.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan, kelima produk Indonesia yang akan dijual di Double Eleven itu di antaranya adalah kopi, biskuit, kerupuk udang, mie cepat saji, hingga produk olahan sarang burung walet.

"Lima produk sudah kami siapkan. Kopi, biskuit, kerupuk, sarang burung walet, yang produknya dari Indonesia. Produk itu sudah tersedia dan diketahui konsumen di China," ujar Triawan usai pertemuan dengan Jack Ma di sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 seperti dilansir Antara, Sabtu (13/10/2018).

 Baca Juga: Dear Milenial, Ini Pesan Khusus dari Jack Ma

Produk makanan dipilih pemerintah dan swasta Indonesia karena jumlah kelima produk tersebut telah memenuhi syarat minimal yakni satu juta produk untuk dijual di perbelanjaan daring Alibaba.

"Kenapa makanan, karena itu yang bisa diterima Alibaba, karena sudah ada basisnya mereka. Harus satu juta stok minimal di sana dan harus bisa dikirim dalam waktu tersebut," jelas dia.

Meskipun demikian, Triawan juga tidak menutup kemungkinan produk Indoensia lainnya bisa ikut dipasarkan di "Double Eleven".

"Ke depan kami harus siapkan lagi produknya untuk menangkap pasar," kata Triawan.

Baca Juga: Gaya Jack Ma dan Bos World Bank Berbagi Ilmu soal Digital Platform

Selain keterlibatan dalam Double Eleven, Jack Ma, pendiri Alibaba, juga berjanji kepada pemerintah Indonesia untuk membantu pengembangan Sumber Daya Manusia di sektor ekonomi digital termasuk dalam bidang sistem pembayaran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah Indonesia, pihak swasta Indonesia dan Jack Ma sedang merampungkan desain pengembangan SDM di ekonomi digital.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga ingin bertukar pengalaman mengenai digitalisasi penyaluran dana atau bantuan sosial agar lebih tepat sasaran kepada kelompok masyarakat yang berhak.

"Kita sangat perlu sekali pengembangan SDM untuk itu. Bahkan kami sedang siapkan. Alibaba juga siapkan porposal, dari kami siapkan tim untuk diskusi lebih detail untuk seperti apa seharusnya kami kembangkan modelnya," kata Darmin.

Modal dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci menghadapi era ekonomi digital. Indonesia juga sedang mengembangkan industri 4.0 yang bertumpu pada perkembangan teknologi. Hal itu mengharuskan Indonesia untuk mempersiapkan sumber daya ekonomi digital yang handal.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini