nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Capaian Inflasi Indonesia Selama 5 Tahun, Paling Rendah 2016

Rikhza Hasan, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 16:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 02 20 1999059 capaian-inflasi-indonesia-selama-5-tahun-paling-rendah-2016-ZlQ8ERBx8R.jpg Ilustrasi BPS (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia mengalami kenaikan serta penurunan angka inflasi setiap tahunnya. Angka inflasi sejak 2014-2018 yang terbesar berada pada tahun 2014 sebesar 8,36%, sedangkan angka inflasi terendah berhasil dicapai pada 2016 dengan inflasi sebesar 3,02%.

Pada 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2018 mengalami inflasi sebesar 0,62% (month to month/mtm). Angka ini mengalami kenaikan dari November 2018 yang sebesar 0,27%.

Berikut perjalanan inflasi Indonesia selama 5 tahun terakhir yang dirangkum oleh Okezone, Jakarta, Rabu (2/1/2019):

1. Inflasi Desember 2014 Sebesar 8,36%

Pada Desember 2014 terjadi inflasi sebesar 2,46% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 119,00. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Desember) 2014 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2014 terhadap Desember 2013) masing-masing sebesar 8,36%.

Baca juga: BPS: Inflasi 2018 Sebesar 3,13%

Komponen inti pada Desember 2014 mengalami inflasi sebesar 1,02%, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Desember 2014) dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Desember 2014 terhadap Desember 2013) masing-masing sebesar 4,93%.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks seluruh kelompok pengeluaran, yaitu

a. kelompok bahan makanan 3,22%,

b. kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 1,96%

c. kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1,45%

d. kelompok sandang 0,64%

e. kelompok kesehatan 0,74%

f. kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,36%

g. transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 5,55%.

 bps

2. Inflasi 2015 Sebesar 7,26%

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi atau Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember sebesar 0,96%. Adapun inflasi pada tahun kalender terjadi yakni 3,35%, inflasi tahun ke tahun (year on year) 7,26% dan komponen inti 0,23%. Sementara itu, inflasi komponen inti year on year 3,95%.

Andil inflasi yang tertinggi terdapat pada kelompok bahan makanan sebesar 3,2% atau menyumbang 0,96% dari total inflasi.

"Makanan meningkat ketika libur natal dan tahun baru. Permintaan makanan yang besar selama natal dan tahun baru telah berdampak kenaikan harga pangan dan menyumbang kenaikan harga makanan. Namun inflasi inti 3,95% di tahun ini mencapai yang terendah sejak 2011. Kala itu di atas 3,95," ujar Kepala BPS Suryamin di gedung BPS, Jakarta, Senin (4/12/2015).

3. Inflasi 3,02% di 2016

Inflasi pada tahun ini mencapai 3,02%. Capaian inflasi ini lebih rendah dibandingkan prediksi Bank Indonesia (BI). BI memprediksi bahwa inflasi pada tahun 2016 mencapai 4% plus minus 1%. Sedangkan pemerintah memprediksi inflasi sepanjang 2017 sebesar 4%.

Kepala BPS Suhariyanto menambahkan, untuk laju inflasi bulanan pada Desember 2016 sebesar 0,42% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 126,71. Dari 82 kota IHK, 78 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi.

4. Inflasi 2017 Mencapai 3,61%

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Desember 2017 Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi mencapai 0,71%. Angka ini mengalami kenaikan dari November 2017 dikarenakan ada kenaikan beberapa harga pangan.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, inflasi pada tahun kalender sebesar 3,61% dengan inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) 3,61%. Namun, capaian ini masih di bawah dari target inflasi tahunan pemerintah sepanjang 2017.

Pasalnya pemerintah menargetkan inflasi sebesar 4,3% sepanjang tahun di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017.

Baca Juga: Bensin Jadi Komoditas Penyumbang Inflasi Terbesar di 2018

5. 2018 Alami Inflasi Sebesar 3,13%

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2018 mengalami inflasi sebesar 0,62% (month to month/mtm). Angka ini mengalami kenaikan dari November 2018 yang sebesar 0,27%.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menyatakan, bila dilihat tahun kalender Januari hingga Desember 2018 maka inflasi sebesar 3,13% (year to date/ytd). Sementara, inflasi tahunan Desember 2018 sebesar 3,13% (year on year/yoy).

Pengamat Ekonomi Bhima Bhima Yudhistira memproyeksikan, inflasi Desember 2018 berkisar 0,35%-0,55%. Sehingga keseluruhan inflasi tahun 2018 berkisar 2,8%-3,1%.

Dia menyatakan, faktornya secara musiman memang ada kenaikan permintaan baik di bahan makanan, makanan jadi dan komponen transportasi. "Pengeluaran masyarakat cenderung naik ditambah dengan realisasi belanja pemerintah akhir tahun," katanya kepada Okezone.

Adapun di sisi transportasi kenaikan bahan bakar pesawat atau avtur pada akhirnya berimbas pada kenaikan harga tiket pesawat. "Sehingga total inflasi di 2018 sebesar 2,8%-3,1%, ada di kisaran itu," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini