Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banyak Korban, LIPI Minta Tata Ruang Wilayah Pantai Dievaluasi

Koran SINDO , Jurnalis-Jum'at, 04 Januari 2019 |11:43 WIB
Banyak Korban, LIPI Minta Tata Ruang Wilayah Pantai Dievaluasi
Foto: Susi Air
A
A
A

JAKARTA – LIPI menilai tata ruang wilayah pantai perlu dievaluasi. Sebab meski ada peringatan dini tsunami, untuk warga yang tinggalnya dekat pantai rentang waktu penyelamatan dirinya sangat pendek.

Kepala Pusat Penelitian Geo teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Eko Yu lianto mengatakan, aspek terpenting yang terjadi di Palu dan Selat Sunda sehingga tsunami memakan banyak korban itu karena masyarakat banyak yang tinggal nyaris di bibir pantai. Ideal nya, menurut dia, ada garis sempadan sejauh 300 meter dari bibir pantai untuk perlindungan jika ada gelombang tinggi.

“Tata ruang sama sekali tidak dijaga. Bahkan jarak ke garis air hanya 5-10 meter. Meski ada peringatan dini sebaik apa pun jika tata ruang tidak dibenahi, tidak banyak membantu,” katanya saat media briefing di Kantor LIPI kemarin.

Baca Juga: Instruksi Presiden: Segera Bangun Rumah Warga Korban Tsunami

Eko menuturkan, penduduk di Malakopa, Sumatera Barat (Sumbar), setelah kejadian gempa bumi yang melanda Sumbar memindahkan kawasan desanya ke atas bukit. Hasilnya adalah ketika tsunami di Mentawai terjadi pada 2010 tidak ada korban jiwa dari Malakopa.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement