Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hidup Kian Repot dengan Banyak Kartu

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 21 Januari 2019 |08:34 WIB
Hidup Kian Repot dengan Banyak Kartu
Ilustrasi: Foto Koran Sindo
A
A
A

JAKARTA - Indonesia tampak masih jauh menerapkan sistem kartu identitas tunggal (single identity card). Kemajuan teknologi digital justru melahirkan beragam kartu yang diterbitkan tiap otoritas atau lembaga. Imbasnya, isi dompet makin tebal karena dipenuhi banyak kartu.

Jika dirata-rata, umumnya setiap orang saat ini memiliki lebih dari lima kartu. Wulan Anggraeni. manajer salah satu agensi asing ternama di Jakarta mengaku, sehari-hari dirinya membawa 11 kartu di dalam dompetnya. Kartu tersebut antara lain KTP, kartu BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, empat kartu ATM, asuransi dan juga dua kartu membership.

 Baca Juga: BI Catat Pertumbuhan Transaksi Uang Elektronik Capai 300%, Nilainya Rp10 Triliun

Membawa banyak kartu, tentu semakin repot. Apalagi jika terjadi kehilangan dompet, maka pengurusan kartu menjadi semakin ribet. Setiap kartu biasanya dikeluarkan oleh satu instansi, sehingga proses pembuatan ulang menguras banyak waktu, tenaga dan biaya.

Sulistiyani Amaliya, pengusaha asal Ciputat, Tangerang Selatan pekan lalu juga dibuat bingung gara-gara di saat anaknya mendadak harus dilarikan ke rumah sakit (RS), kartu asuransi dan kesehatan sang buah hati justru terbawa dia ke luar kota.

Keluarganya pun terpaksa membayar dengan cara tunai karena kartu-kartu identitas seperti kartu keluarga (KK), kartu pelajar dan lainnya tak mampu meyakinkan ke pihak RS. “Integrasi data seperti adanya e-KTP nyatanya belum memberi manfaat banyak,” ujar Sulistiyani yang kini mengaku mengantongi tujuh kartu.

 Baca Juga: Transaksi Tol Nontunai Berkaitan dengan Utang ke Pengusaha China? Ini Tanggapan PUPR

Dia sangat berharap, ke depan nantinya ada penyederhanaan kartu di Indonesia. Selain akan lebih efisien, hal itu juga akan memudahkan jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

Banyaknya kartu dengan berbagai macam fungsinya memang tidak efektif. “Satu kartu satu fungsi kayanya sudah old school,” ungkap Feriesha Lixie FF, eksekutif di salah satu market place di Indonesia.

Sudah saatnya Indonesia menerapkan single identity card, satu kartu untuk semua.“Seperti di Estonia, ID card mereka mencakup semuanya. Seluruh sistem tergabung dalam e-service yang sangat aman,” imbuhnya.

 Baca Juga: Mulai 27 Desember, Dukcapil Jemput Bola Perekaman E-KTP Serentak Secara Nasional

Estonia, negara kecil di Eropa ini memang amat unggul dalam urusan single identity card. Warga negara Estonia hanya butuh satu kartu yang mencakup di antaranya KTP, asuransi, identitas untuk bepergian di Uni Eropa, pajak, i-voting, tanda tangan digital, login bank, kartu kesehatan (rekam medis) dan bahkan untuk menebus resep.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement