nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapal Pembangkit Listrik Angkat Ekonomi Daerah

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 16 Mei 2019 10:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 16 320 2056366 kapal-pembangkit-listrik-angkat-ekonomi-daerah-funawJdTt4.jpg Foto: Kapal Listrik (Okezone)

JAKARTA – Defisit pasokan listrik di sejumlah daerah di Indonesia teratasi seiring dengan datangnya pembangkit listrik terapung atau dikenal dengan Kapal Marine Vessel Power Plant (MVPP) yang disewa PT PLN bertahap sejak akhir 2015.

Kehadiran MVPP di berbagai daerah terbukti menjamin ketersediaan kapasitas listrik dalam mendorong investasi dan perekonomian di daerah terutama mengelola aneka potensi sumber daya alam bernilai ekonomis, baik untuk domestik maupun ekspor.

Saat ini ada lima marine vessel power plant (MVPP) beroperasi yakni Belawan di Sumatera Utara berkapasitas 240 MW, Amurang di Sulawesi Utara 120 MW, Ambon 60 MW, dan Kupang 60 MW.

 Baca Juga: Ada Kapal Listrik, PLN Pastikan Listrik Sumut Kini Surplus 10%

Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara PLN Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan, pihaknya masih membutuhkan aliran listrik dari MVPP.

Kapal pembangkit tersebut diperlukan guna mencukupi daya di sejumlah daerah karena pembangkit listrik per manen yang belum siap. Dia menuturkan, dalam mengoperasikan MVPP tersebut PLN berkontrak berdasarkan tender selama lima tahun dengan PT Karpowership Indonesia atau Karadeniz Powership asal Turki. Pengoperasiannya berlangsung sejak tahun 2016 hingga 2021.

Djoko memastikan MVPP diperlukan mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dan kapal pembangkit ini bisa menjadi solusi alternatif karena bisa bergerak secara mobile.

“Misalnya di Sumatera. Kalau di selatan, itu bisa karena batu bara banyak di sana (bisa menggunakan PLTU). Tapi kalau yang utara, MVPP kan bisa bergerak, begitu juga untuk sejumlah kepulauan lainnya,” ujar Djoko di Jakarta kemarin.

 Baca Juga: Bangga! Indonesia Jadi Negara Ketiga yang Produksi Kapal Listrik

Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu mengapresiasi kehadiran investor listrik, Karpowership Indonesia di Sulawesi Utara. Dia berharap pasokan listrik di Sulut berjalan baik, tidak ada lagi pemadaman listrik sehingga bisa membantu mendorong perekonomian daerah.

“Dengan hadirnya Karpowership Indonesia, listrik di Sulut lebih khusus Minsel tidak padam lagi,” katanya.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sulut Hangky Gerungan melalui Wakil Ketua Ivanry Matu mengatakan, listrik sangat penting dalam semua sektor.

Dia mengakui Sulut masih kekurangan listrik. Ini juga menjadi salah satu pertimbangan para pemodal besar (investor) untuk berinvestasi. Apalagi, kata dia, Sulut sudah ditetapkan menjadi dua Kawasan Ekonomi Khusus. KEK Bitung untuk kawasan industri dan KEK Likupang untuk kawasan pengembangan pariwisata.

Menurut Matu, listrik adalah bagian dari infrastruktur penting untuk ekonomi suatu negara, bukan hanya dari sisi pembangunan, tapi semua sektor seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dunia dirgantara, dan lainnya. Bahkan saat ini, dunia pertanian yang berbasis agrobisnis sehingga listrik itu menjadi sangat penting.

“Intinya kami menyambut baik MVPP karena memang listrik adalah jantung untuk menggerakkan nadi ekonomi daerah maupun nasional,” ujarnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini