Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tumbuh Melambat, Penerimaan Negara Baru Rp1.189 Triliun

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Selasa, 24 September 2019 |19:25 WIB
Tumbuh Melambat, Penerimaan Negara Baru Rp1.189 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone.com/Yohana)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan, pendapatan negara mencapai Rp1.189,28 triliun hingga Agustus 2019. Realisasi ini setara 54,9% dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang sebesar Rp2.165,1 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, bila dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun 2018 maka tumbuh 7,3%. Namun, pertumbuhan itu lebih lambat dari tahun 2018 yang mampu naik 18,4%.

Baca Juga: Defisit APBN 2019 Kian Melebar, Tembus Rp199 Triliun

"Sampai dengan akhir Agustus kondisi perekonomian di berbagai negara tidak cukup menggembirakan, kecuali sedikit negara yang bisa .Realisasi penerimaan sampai akhir Agustus hanya mencapai Rp1.189,3 triliun," ujarnya di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Dia menjelaskan, penerimaan tersebut berasal dari penerimaan berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp920,2 triliun atau sudah mencapai 51,5% dari target APBN 2019. Realisasi ini tumbuh tipis 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 907,5 triliun.

Rupiah

Namun, pertumbuhan 1,4% itu melambat ketimbang tahun lalu yang mampu tumbuh hingga mencapai 16,5% di akhir Agustus 2019.

Baca Juga: Penerimaan Perpajakan Rp810 Triliun, Sri Mulyani: Masih di Bawah 50%

Adapun penerimaan perpajakan berasal dari pajak sebesar Rp801,16 triliun atau mencapai 50,78% dari target yang sebesar Rp1.577,5 triliun, naik 0,21% dibandingkan dengan periode akhir Agustus 2018. Selain itu, terdiri dari penerimaan bea cukai Rp119 triliun atau 56,98% dari target Rp208,82%, ini tumbuh 10,1% dari Agustus 2018.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement