nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksi Demo Susulan Jadi Perhatian Investor Pekan Ini

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 30 September 2019 07:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 30 278 2110863 aksi-demo-susulan-jadi-perhatian-investor-pekan-ini-KqUcFXEHSb.jpg Investor Saham Waspadai Aksi Demo Susulan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Meredanya aksi demo di dalam negeri menjadi sentimen yang positif. Hanya saja ancaman aksi susulan masih menjadi perhatian pasar.

Menurut Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee,biarpun tidak berpengaruh signifikan terhadap pasar, tetapi demo yang di ikuti aksi tidak terpuji menimbulkan keluarnya dana Asing dari pasar saham dan beralih ke SBN.

“Kami perkirakan IHSG berpeluang melemah pada perdagangan Senin dengan support di level 6.191 sampai 6.165 dan resistance di level 6.219 sampai 6.256,” terangnya, dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/9/2019).

Baca Juga: Ada 9 Sektor Usaha Perusahaan Tercatat di BEI

Selama sepekan IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan resistance di level 6.282 sampai 6.318 dan support di level 6.165 sampai 6.986.

Meski demikian, investor tengah memperhatikan kelanjutan dari perang dagang AS-China. Di mana tensi perang dagang sempat mereda setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan AS China yang sudah berlangsung 15 bulan bisa terjadi lebih cepat dari harapan.

HMI Sikapi Kematian 2 Mahasiswa dalam Demo di Kendari

Selain itu Amerika secara sementara membebaskan lebih dari 400 tipe dari produk – produk China yang terpukul oleh tarif impor senilai USD250 miliar selama tahun ini. Isu perang dagang naik turun dan mempengaruhi pasar di mana sebelumnya Persiden AS Donald Trump di depan Majelis Umum PBB menuding China menyalahgunakan sistem perdagangan internasional.

“Pasar saham global khususnya Amerika sangat terpengaruh oleh isu perang dagang,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Loh Proses Go Public

Penyelidikan impeachment oleh partai Demokrat terhadap presiden Donald Trump. Hal ini menyusul pernyataan Ketua DPR Nancy Pelosi mengumumkan bahwa DPR akan meluncurkan penyelidikan resmi terhadap pemakzulan Trump. Hal ini terjadi setelah munculnya transkrip percakapan Trump dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Ada indikasi Trump menggunakan ancaman pemotongan bantuan ekonomi ke Ukraina untuk menghasilkan informasi yang merusak calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden. Jika rencana impeachment ini dikhawatirkan bisa menutup peluang Donald Trump terpilih lagi pada 2020. Presiden Trump mungkin akan berhati-hati dalam negosiasi perang dagang dan bersikap lebih keras dalam negosiasi perang dagang dengan China sehingga meningkatkan kemungkinan resesi global pada tahun depan.

HMI Sikapi Kematian 2 Mahasiswa dalam Demo di Kendari

Dari zona Euro perhatian masih tertuju pada Brexit dan suhu politik di Negara tersebut. Tantangan PM Inggris Boris Johnson kepada kubu oposisi Partai Buruh, untuk menggulingkannya melalui mosi tidak percaya dan memicu pemilu dini. Sebelumnya PM Boris Johnson menghadapi desakan untuk mengundurkan diri setelah keputusan Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa tindakannya menunda parlemen sebelum Brexit merupakan pelanggaran hukum.

Panasnya suhu politik Inggris menjelang keputusan Brexit dikhawatirkan menghasilkan keputusan yang tidak optimal. Bila Inggris keluar zona Euro tanpa sebuah kesepakatan yang baik berpeluang memicu resesi di zona Euro.

“Pasar mencerna peluang resesi di kawasan tersebut menyusul data yang tidak terlalu baik. Data Markit komposit PMI (indeks pembelian manajer) Jerman berada di posisi 49,1 pada September turun dari 51,7 pada bulan Agustus. Elemen manufaktur berada di level 41,4,” ujarnya.

Demo di Gedung DPRD Kota Malang Ricuh, 3 Orang Terluka

Itu adalah ukuran terendah bagi Jerman selama lebih dari satu decade di mana angka di bawah 50 mengindikasikan kontraksi. Data yang jelek juga di tunjukan oleh Zona Euro di mana Indeks Pembelian Manajer (PMI) Komposit Zona Euro versi IHS Markit turun di 50,4 pada September lebih rendah di bandingkan 51,9 pada Agustus.

Hal ini menurunkan harapan bahwa data yang terburuk sudah berlalu. Penurunan yang berkelanjutan dalam aktivitas manufaktur berisiko menginfeksi seluruh perekonomian kata Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi. Kekhawatiran resesi Zona Euro punya pengaruh kepada perdagangan pasar saham.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini