nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPS Catat Deflasi 0,27%, BI: Inflasi 2019 Terjaga

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 01 Oktober 2019 21:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 01 20 2111703 bps-catat-deflasi-0-27-bi-inflasi-2019-terjaga-tdPcMZCfpd.jpg Inflasi (Ilustrasi: Halomoney)

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) bulanan mengalami deflasi pada September 2019. Deflasi IHK tercatat sebesar 0,27% (mtm), berbeda dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,12% (mtm).

Deflasi IHK terutama didorong deflasi kelompok volatile food dan penurunan inflasi inti, di tengah kenaikan inflasi kelompok administered prices. Dengan perkembangan tersebut, sampai dengan bulan September 2019, inflasi IHK 2019 mencapai 2,20% (ytd), atau secara tahunan tercatat 3,39% (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi Agustus 2019 sebesar 3,49% (yoy).

Baca juga: BPS: September 2019 Alami Deflasi Sebesar 0,27%

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan, BI tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan terkendalinya inflasi.

Inflasi 2019 diprakirakan berada di bawah titik tengah kisaran sasarannya 3,5±1% dan terjaga dalam kisaran sasaran 3,0±1% pada 2020,” kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (1/10/2019).

bps

Sementara itu, inflasi inti melambat sehingga turut menopang terkendalinya inflasi IHK dalam sasarannya. Inflasi inti tercatat sebesar 0,29% (mtm), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,43% (mtm). Penurunan inflasi inti dipengaruhi melambatnya beberapa komoditas utama penyumbang inflasi inti seperti emas perhiasan, jasa pendidikan, dan tarif sewa rumah.

Secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 3,32% (yoy), stabil dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,30% (yoy). Inflasi inti yang terkendali tidak terlepas dari ekspektasi inflasi yang baik seiring dengan konsistensi kebijakan Bank Indonesia menjaga stabilitas harga, permintaan agregat yang terkelola baik, nilai tukar yang bergerak sesuai dengan fundamentalnya, dan pengaruh harga global yang minimal.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini