Pemerintah Sudah Belanja Rp1.798 Triliun hingga Oktober

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 18 November 2019 21:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 18 20 2131470 pemerintah-sudah-belanja-rp1-798-triliun-hingga-oktober-pAB796vMad.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pemerintah telah membelanjakan anggaran sebesar Rp1.798 triliun hingga akhir Oktober 2019. Realiasi itu setara 73,1% dari pagu dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang sebesar Rp2.461 triliun.

Adapun belanja negara pada Oktober 2019 tersebut tumbuh 4,5% dari periode yang sama di tahun lalu yang sebesar Rp1.720,8 triliun.

 Baca juga: Defisit APBN Melebar, Capai Rp289,1 Triliun di Oktober 2019

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, realisasi belanja tersebut mencakup belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp1.121,1 triliun atau setara 68,6% dari pagu yang sebesar Rp1.634,3 triliun. Lebih rinci, belanja itu terdiri dari belanja kementerian dan lembaga (K/L) sebesar Rp633,5 triliun dan belanja non K/L sebesar Rp487,6 triliun.

 APBN Kita

Sementara, belanja dari transfer ke daerah dan dana desa tercatat mencapai Rp676,9 triliun hingga akhir Oktober 2019. Realisasi itu setara 81,9% dari pagu yang sebesar Rp826,8 triliun, sekaligus tumbuh 4,7% dari akhir Oktober 2018 yang sebesar Rp646,4 triliun.

 Baca juga: Sri Mulyani Sebut Pembiayaan APBN dari Utang Naik di Akhir 2019

Secara rinci, belanja tersebut terdiri dari transfer ke daerah sebesar Rp624,9 triliun dan dana desa sebesar RpRo52 triliun.

"Belanja negara tumbuh 4,5% secara tahunan didukung peningktan penyaluran transfer ke daerah dan dana desa tang tumbuh 4,7%, diatas pertumbuhan tahun 2018 yang sebesar 1,2%," jelas Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/11/2019).

 Baca juga: Anggarannya Paling Besar, Penyerapan Kementerian PUPR Paling Rendah

Sementara itu, pendapatan negara hanya mencapai Rp1.508,9 triliun atau setara 69,7% dari target dalam APBN yang sebesar Rp2.165,1 triliun pada akhir Oktober 2019. Realiasi ini hanya tumbuh 1,2% dari periode yang sama di tahun lalu yang sebesar Rp1.491,1 triliun.

Adapun pendapatan tersebut, terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.173,9 triliun atau mencapai 65,7% dari target yang sebesar Rp2.164,7 triliun. Penerimaan perpajakan ini hanya tumbuh 1,2% dari realisasi di akhir Oktober 2018 yang mencapai Rp1.160,2 trliun, padahal tahun lalu mampu tumbuh 17%.

Kemudian dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang tercatat mencapai Rp333,3 triliun atau setara Rp88,1 triliun dari target yang sebesar Rp378,3 triliun. PNBP tercatat hanya tumbuh 3,2% dari realiasi di periode sama tahun 2018 yang mencapai Rp323,1 triliun, padahal pada masa itu PNBP tumbuh 37,8%.

Sementara itu, penerimaan hibah tercatat mencapai Rp1,7 triliun atau setara 395,5% dari target dalam APBN yang sebesar Rp4 miliar. Menurut Sri Mulyani, pendapatan negara tertekan oleh dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan berimbas pada bisnis di dalam negeri.

"Meski demikian, pendapatan negara masih mampu tumbuh 1,2% secara tahunan seiring tekanan eksternal pada perekonomian domestik. Jadi meski tekanan besar, tetapi belanja negara tetap harus dilakukan untuk mendorong perekonomian," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini